Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Terlalu Kejam! Ini Alasan Para Trainee Menyerah Menjadi Idola Kpop

Iftinavia Pradinantia - Jumat, 07 Februari 2020

KETENARAN, kemewahan, dan kekayaan. Semua hal itu bisa didapatkan seorang idola usai melalui waktu training yang panjang. Proses pelatihan yang harus mereka lalui hari demi hari sangat menegangkan dan menyiksa. Belum lagi dengan fakta bahwa hanya segelintir orang yang terpilih untuk menjadi idola dalam sebuah grup.

Mereka yang gagal debut harus bersabar untuk menunggu kesempatan datang. Sebagian lagi menyerah dan akhirnya pergi dari sesi latihan yang melelahkan. Beberapa mantan trainee berbicara tentang hal sulit yang dihadapi saat menjalani masa training.

Baca juga:

Idola Korea Ini Bak Karakter Anime di Kehidupan Nyata

Hal pertama adalah berat badan. Topik tentang berat badan adalah topik hangat yang selalu menarik dibahas melihat betapa kurusnya para idola terlihat. Bukan hanya artisnya, para trainee juga dituntut untuk mengikuti aturan tersebut. Agensi sangat concern akan hal ini dan memonitor bobot calon artisnya.

Seorang mantan trainee mengungkapkan, begitu paranoidnya ia menambah bobot berat badannya ia selalu memuntahkan makanan yang sudah ditelannya.

Trainee
Mantan trainee dipaksa menurunkan bobotnya (Sumber: Koreaboo)

Para trainee tersebut juga relatif muda. Rata-rata masih siswa. Mereka harus mampu membagi waktu antara berlatih dan belajar. Ditambah lagi menghadiri sekolah dan meluangkan waktu untuk ke asrama. Tak jarang mereka tertidur di sekolah.

Baca juga:

Antisipasi Virus Corona, Baekhyun EXO Pastikan Dirinya Steril dengan Cara Ini

Trainee Kpop

Mantan trainee pernah tertidur di sekolah (Sumber: Koreaboo)

Calon trainee yang ingin menjadi idola tidak cukup hanya memiliki kemampuan menyanyi atau menari yang baik saja. Mereka harus menemukan kualitas unik mereka dan menunjukkan bahwa mereka spesial. Dengan cara itu, mereka bisa terlihat lebih unggul dibandingkan yang lainnya.

Terlepas dari tekanan yang sulit tersebut, bukan berarti mereka mendapat perlakukan baik. Agensi tidak segan untuk memerintah mereka melakukan operasi.

Meninggalkan agensi masing-masing memberi kebebasan dan rasa lega bagi para mantan trainee tersebut. Kini, mereka bisa menjalani hidupnya dengan normal dan tenang. (avia)

Baca juga:

Artis Korea Ini Rela Taklukkan Gangguan Mental demi Penggemar

Baca Artikel Asli