Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Terdampak Banjir, Warga Karet Tengsin Dievakuasi ke Masjid Hingga Basemen Apartemen

Angga Yudha Pratama - Minggu, 21 Februari 2021

Merahputih.com - Hujan yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Jumat malam hingga Sabtu (20/2) pagi, mengakibatkan beberapa area langganan banjir terendam air. Salah satunya, di Kelurahan Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Banjir di Karet Tengsin ini disebabkan meluapnya Kali Krukut.

Lurah Karet Tengsin, Hari Ananda mengatakan, banjir yang melanda wilayahnya dengan ketinggian air 20 hingga 80 cm telah menggenangi enam RW. Ratusan warga diungsikan di beberapa lokasi.

Baca Juga:

Pantau Pintu Air Manggarai, Anies Imbau Prioritaskan Keselamatan Warga

Total pengungsi 673 jiwa, mereka ditampung di Masjid Mahabatillah 70 jiwa. Lalu di Basement Apartemen Batavia 136 jiwa, di SD Negeri 15 sebanyak 15 jiwa, di SMA 35 sebanyak 31 jiwa, di Masjid Baitul Muslimin 10 jiwa, di Masjid Ghoir Jami Mutta 16 jiwa, dan di Masjid Nurul Huda 39 jiwa.

"Lalu di Masjid Al Furqon 69 jiwa, di Masjid Al Muhajirin 123 jiwa, di Rusun Karet Tengsin, 81 jiwa, di RPTRA Intiland 44 jiwa, dan di RPTRA Segas 39 jiwa,“ kata Hari saat dikonfirmasi, Minggu (21/2).

Menurutnya, tidak semua warga mengungsi. Ada juga warga yang masih tetap bertahan, karena rumahnya memiliki dua lantai.

"Untuk membantu warga yang kebanjiran Kelurahan Karet Tengsin melibatkan berbagai intansi seperti RT, RW, Sudin Kesehatan, Gulkarmat, aparat Kelurahan, Satpol PP, dan Karang Taruna, tambahnya.

Hujan dengan intensitas tinggi dari hari Jumat hingga Sabtu pagi, ditambah meluapnya Kali Krukut melampaui kapasitas normal membuat pemukiman warga di Jalan Bendungan Hilir tergenang.

Warga Karet Tengsin terdampak banjir (MP/Kanugraha)

Tak hanya itu, hingga kini, ketinggian air mencapai 70 cm hingga 1 meter. Sehingga mengakibatkan RT 05, 06, 07, 08, dan 09 RW 01 tergenang. Akibatnya, ada 110 jiwa warga RT 08 dan 09 mengungsi di Masjid Al Falah.

Sedangkan warga RT lainnya masih tetap tinggal di rumahnya masing-masing karena memilik rumah dua lantai dan ada juga yang pindah ke rumah sanak saudaranya.

Genangan air sempat surut seiring dengan menurunnya debit air Kali Krukut yang melintasi dua wilayah Kelurahan Karet Tengsin dan Bendungan Hilir. Namun naik kembali saat datang air kiriman.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi mengatakan, sudah nengerahkan anggotanya dalam mengevakuasi korban banjir. "Mereka juga diminta membagikan makan dan masker," jelas Hengki.

Baca Juga:

Pramono Anung: Banjir di Jakarta Tak Biasa, Pasti Ada Peristiwa Alam yang Terjadi

Hengki memastikan, polisi sangat cepat dan merespon dalam penanganan banjir. "Karena mulai dari kemarin hujan tidak reda. Anggota kita bersama tiga pilar stand by di wilayahnya kata," Hengki.

Kapolsek Metro Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan menjelaskan, Polisi kini membangun posko bersama untuk mengevakuasi warga. "Semoga dapat membantu warga yang terkena banjir," tutup Singgih. (Knu)

Baca Artikel Asli