MerahPutih.com - Perindo merupakan salah satu partai yang terancam gagal lolos ke Senayan karena tidak mencapai parliamentary threshold sebesar 4 persen.
Hasil quick count Poltracking, Perindo mendapatkan 2,8 persen. Angka itu sama dengan hitung cepat Litbang Kompas. Sedangkan dalam quick count LSI Denny JA, partai pimpinan Hary Tanoesoedibjo mendapat suara 3,18 persen.
Menanggapi hal itu, Ketua DPP Perindo Dwi Badarmanto dalam memonya meminta agar semua caleg dan kader Perindo untuk tetap bersabar.
"Tetap semangat tunggu sampai titik darah penghabisan. Kita kawal perhitungan sampai tanggal 22 Mei," kata Dwi kepada Merahputih.com di Jakarta, Kamis (25/4).
Dwi menilai, bisa saja ada kesalahan pengambilan suara. "Caleg mengijuti proses penghitungan siapa tau ada kesalahan. Jangan sampai terhasut," ungkap Dwi.
Sementara, politisi Perindo Arya Sinulingga mengatakan partainya masih berharap bisa lolos ambang batas parlemen dalam Pemilihan Presiden 2019.
Harapan itu masih tetap dijaga meskipun berdasarkan hasil quick count atau hitung cepat, partai yang didirikan pengusaha Hary Tanoesoedijo itu berada di bawah 4 persen.
Mengacu pada bebepara hitung cepat sejumlah lembaga survei, kata Arya, elektabilitas Perindo berada pada posisi 3 persen.
"Artinya masih ada harapan untuk mencapai 4 persen karena margin of error-nya 1 persen. Di situ kita berharap untuk Perindo," kata Arya.
Partainya masih akan menunggu hasil rekapitulasi resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang baru akan diumumkan pada 22 Mei mendatang. "Kami terus menunggu pengumuman KPU," ujar dia. (Knu)