Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Lainnya

Telah Lama Amerika Memata-Matai Sistem Komputer Korut

Fadhli - Rabu, 21 Januari 2015

MerahPutih Teknologi - Empat tahun lalu, menurut New York Times,  Amerika Serikat (AS)  diam-diam menembus sistem komputer Korea Utara. Makalah yang membeberakan masalah ini mengklaim pelanggaran yang memungkinkan Washington mendesak Pyongyang yang harus disalahkan atas serangan cyber ke Sony Pictures akhir tahun lalu.

Baca juga: Samsung Meluncurkan Ponsel Selfie Sejati

Mengutip dari mantan pejabat AS dan dokumen yang baru dirilis National Security Agency (NSA), Times merinci bagaimana agen mata-mata AS di 2010 "menembus langsung" sistem Korea Utara melalui jaringan dan koneksi Tiongkok di Malaysia yang disukai oleh hacker Korea Utara.

Penyusupan ini utamanya ditujukan untuk mengumpulkan informasi tentang program nuklir negara tertutup itu. Namun lama-kelamaan operasi NSA itu beralih fokus pada ancaman yang ditimbulkan oleh kemampuan hacker Korea Utara menyusul serangan cyber destruktif pada bank-bank Korea Selatan pada tahun 2013.

AS memiliki perangkat lunak tersembunyi untuk memberikan radar peringatan dini atas kegiatan Korea Utara. Perangkat lunak ini akan memberikan bukti yang meyakinkan bagi Presiden Barack Obama bahwa Pyongyang berada di balik serangan cyber ke Sony. Setidaknya begitu lah kata Times, mengutip dari seorang pejabat anonim yang akrab dengan misi NSA.

Peneliti AS menyimpulkan bahwa hacker Korea Utara menghabiskan waktu hingga dua bulan untuk melakukan pemetaan sistem komputer Sony dalam persiapannya untuk melakukan serangan cyber terbesar dalam sejarah korporasi AS.

Korea Utara membantah terlibat apapun perihal penyerangan cyber ini, meskipun telah secara terbuka mengancam Sony jika merilis film komedi The Interview yang plot ceritanya menceritakan rencana pembunuhan pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un.

Mengingat bahwa Korea Utara pernah mengancaman, timbul pertanyaan mengapa NSA tidak mampu untuk memperingatkan Sony terlebih dahulu sebelum terjadi serangan? Menurut seorang pejabat AS yang dikutip oleh sebuah surat kabar, badan-badan intelijen "tidak bisa benar-benar memahami keparahan" dari serangan yang datang.

Belum lagi ditambah kenyataan bahwa perangkat militer konvensional Korea Utara sebagian besar sudah usang dan sederhana, namun kemampuan cyberwarfare Korea Utara telah lama dianggap sebagai ancaman yang signifikan. Perlu anda ketahui bahwa intelijen Korea Selatan percaya bahwa Korea Utara menjalankan unit cyberwarfare elit dengan setidaknya 6000 personel, dilatih dalam program rahasia.

 

 

Jangan lupa Follow Twitter Kami @MerahPutihCom dan Like Juga Fanpage Kami MerahPutihCom.

Berita lainnya:

SSD Terkompak dari Silicon Power

Google Play Semakin Meninggalkan Apple App Store

Apple Akan Mendepak Intel dari Mac?

Baca Artikel Asli