Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Tekanan dan Pengeluaran Keuangan Meningkat, Mayoritas Pekerja Tunda Pensiun

Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 17 Februari 2026

MerahPutih.com- Survei Sun Life memaparkan bahwa ada 71 persen pekerja Asia memilih untuk tidak pensiun dan melanjutkan bekerja.

Motif pemicu keenggan pensiun beragam ada tekanan finansial hingga kesejahteraan.

Dalam data anyar yang dirilis Sun Life dalam laporan berjudul “Membayangkan Kembali Pensiun: Kesenjangan Pensiun di Asia / Retirement Reimagined: Asia’s Retirement Divide" memaparkan, keinginan tetap bekerja karena menginginkan fleksibilitas dan kesejahteraan.

Selain itu, 48 persen populasi menganggap tidak pensiun untuk mengaktualisasikan diri, 48 persen untuk menjaga hubungan sosial dan 36 persen menstimulasi mental.

Baca juga:

[Hoaks atau Fakta]: Pesiunan ASN Harus Setor Data Buat Program Wirausaha Pintar

Namun, sisi pahitnya ada yang enggan pensiun memilih bekerja karena terdesak kebutuhan hidup atau tekanan finansial. Motif ini dipilih persentasenya mencapai 71 persen.

"Kami melihat dua realitas yang berbeda. Bagi mereka yang siap, bekerja lebih lama bisa menjadi pilihan yang menawarkan fleksibilitas dan kebebasan. Sementara bagi yang lain, bekerja lebih lama mencerminkan tekanan keuangan yang dihadapi," kata Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo dalam keterangannya, dikutip Senin (16/2).

Ia menegaskan, merencanakan pensiun lebih awal dan secara menyeluruh adalah penentu realitas mana yang akan dijalani.

Namun ada yang menarik dari fenomena ini. Kelompok yang sebelumnya yakin untuk pensiun jadi memilih untuk tidak pensiun karena melihat perkembangan situasi yang ada saat ini.

Sebanyak 29 persen dari mereka yang telah pensiun, mengatakan pengeluaran bulanan mereka melebihi perkiraan awal.

Sementara kelompok lainnya menyebutkan tidak berjalannya rencana keuangan sesuai rencana. Kalau pun sesuai, hanya 15 persen yang terealisasikan dengan baik.

Kemudian ada pula kelompok pensiun lainnya yang mengatakan perencanaan keuangan meleset karena saat memperhitungkan tidak memasukkan inflasi dan kenaikan biaya hidup. (Tka)

Baca Artikel Asli