Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Target Jokowi Bangun Jalan Tol Sangat Tinggi, BPJT Sambangi Kantor Erick Thohir

Angga Yudha Pratama - Rabu, 27 November 2019

Merahputih.com - Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit mengunjungi Kementerian BUMN untuk membahas skenario pembiayaan jaringan jalan tol.

"Saya habis bertemu Plt. Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha bapak Aditya Dhanwantara membahas mengenai skenario pembiayaan infrastruktur kita ke depan terutama di jaringan jalan tol," ujar Danang di Jakarta, Rabu (27/11).

Baca Juga

Pemeliharaan Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Pengendara Diminta Waspada

Dalam lima tahun ke depan, target pemerintah sangat tinggi yakni membangun 2.500 Km jalan tol dan salah satu yang menjadi perhatian adalah bagaimana membiayainya.

"Terutama kalau di sini bagaimana BUMN-BUMN bisa terus berpartisipasi sementara mereka sekarang sudah banyak asetnya dan mereka harus meningkatkan kekuatan modal mereka serta mencoba meningkatkan kemampuan dari lembaga-lembaga pembiayaan untuk memberikan utang kepada badan usaha tersebut," jelas dia.

Menjaga jarak dengan kendaraan lain. (Foto: Pixabay/Gellinger)
Selalu menjaga jarak dengan kendaraan lain. (Foto: Pixabay/Gellinger)

Pembahasan skenario pembiayaan tersebut masih sangat awal dan bagaimana meningkatkan minat investor baik dalam negeri maupun asing untuk berpartisipasi di dalam dua hal, antara lain di pasar modal atau penyediaan modal serta penyediaan pinjaman.

"Kalau lembaga-lembaga keuangan itu inginnya masuk dengan satu platform. Ini yang mau didorong platform untuk penyedia-penyedia tol yang berasal dari BUMN," beber Danang.

Baca Juga

Kemenhub Usulkan Tak Ada Perbedaan Tarif Tol Jakarta-Cikampek Layang

Seperti diketahui, penyedia-penyedia jalan tol dari BUMN yakni Jasa Marga, Waskita, PT PP, Wika dan Hutama Karya.

"Bagi kami sangat baik kalau itu tidak hanya satu per satu, tapi secara bersama-sama BUMN itu menyediakan platform investasi baik dari sisi pinjaman maupun permodalan untuk mereka," ungkap dia. (*)

Baca Artikel Asli