Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Tantangan Syarif Zapata Lebaran di Luar Negeri

Ikhsan Aryo Digdo - Senin, 24 April 2023

YOUTUBER Syarif Zapata membagikan pengalamannya merayakan lebaran di luar negeri. Sejak 2007, Syarif selalu rajin memberikan informasi seputar kehidupan orang Indonesia di luar negeri, khususnya Swiss.

Nah, bagi Muslim yang tinggal di luar negeri seperti Syarif, merayakan Idul Fitri tidak pernah mudah dan pengalamannya selalu berbeda-beda di setiap negara. Berikut tiga tantangan tersulit berlebaran di luar negeri menurut Syarif seperti yang tertulis dalam siaran resminya:

Baca Juga:

Teknologi Mempermudah Pengusaha Mengelola Keuangan

1. Sulit menemukan tradisi Lebaran Indonesia

Ketika kita tinggal di luar negeri, salah satu hal yang sulit dicari merupakan makanan khas Indonesia serta atmosfer dari Idul Fitri itu sendiri. Hal ini dapat kita atasi dengan mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

KBRI umumnya menyediakan makanan khas Indonesia dan acara halal bihalal di hari lebaran yang terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Jadi, selain bisa mendapatkan makanan khas lebaran secara gratis, kita juga bisa merasakan suasana hangat layaknya berlebaran di Indonesia.

Syarif pergi ke KBRI agar bisa merasakan lebaran seperti di Indonesia. (Foto: Wise)

"Sangat berbeda. Jika Anda tidak memiliki teman atau komunitas Muslim, Ramadan dan Idul Fitri akan terasa seperti hari biasa. Khususnya di Swiss, kami tidak mendengar orang membaca Al-Qur'an selama Ramadan dan jarang sekali melihat atribut Ramadhan atau Idul Fitri di jalanan. Terkadang saya sangat merindukan suasana Ramadan di Indonesia, jadi setidaknya di KBRI itu bisa mengobati," ujar Syarif.

2. Bayar zakat

Membayar zakat fitrah setiap Idul Fitri merupakan kewajiban bagi umat Muslim. Bagi Syarif, yang saat ini tinggal di Swiss, ia tetap membayar zakatnya di Indonesia sebagai bagian dari tradisi Ramadan. Kunci untuk memenuhi kewajiban ini adalah menghitung dan membayar zakat dengan benar dan tepat waktu.

Baca Juga:

Penemuan Teknologi OI Diperkirakan akan Kalahkan Kecerdasan AI

Namun, bagi banyak orang Indonesia yang tinggal di luar negeri, hal ini mungkin menjadi tantangan tersendiri karena lambatnya proses transfer, kurangnya transparansi, serta proses yang rumit karena harus pergi ke cabang bank dan mengantre panjang selama jam kerja bank.

Syarif mengandalkan Wise untuk kirim uang dari luar negeri ke Indonesia. (Foto: Wise)

3. Kirim THR ke Indonesia

Meski tinggal di luar negeri, Syarif tidak lupa mengirimkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada keluarganya di Indonesia selama bulan Ramadan. Untuk mewujudkannya, Syarif mengandalkan aplikasi Wise, demi memastikan THR sampai kepada keluarganya dengan cepat, dan dengan biaya rendah.

“Saya merasa lebih nyaman karena aplikasi ini menunjukkan dengan tepat berapa banyak yang saya kirimkan dalam Swiss Franc, kapan dan berapa banyak yang diterima keluarga saya dalam Rupiah." (ikh)

Baca Juga:

Keuangan Digital Hadirkan Business Solution untuk UMKM dan Korporasi

Baca Artikel Asli