MerahPutih.com - Perjalanan impian Tanjung Verde di Piala Dunia pertama mereka belum berakhir.
Wilayah kepulauan di lepas pantai barat Afrika ini menjadi negara dengan populasi terkecil yang pernah mencapai babak gugur Piala Dunia, setelah bermain imbang tanpa gol melawan Arab Saudi dalam laga terakhir fase grup H Piala Dunia 2026.
Tim debutan Piala Dunia 2026 ini menciptakan salah satu kejutan terbesar dengan menahan imbang Spanyol, yakni tim yang dijagokan sebelum turnamen. Mereka menahan imbang La Roja tanpa gol di laga pembuka.
Kemudian, mereka mencetak gol-gol pertamanya di Piala Dunia saat bermain imbang 2-2 melawan Uruguay.
Baca juga:
Hasil Laga Grup H Piala Dunia 2026: Spanyol Juara Grup, Tanjung Verde Ukir Sejarah Lolos ke 32 Besar
Berkat hasil imbang atas Arab Saudi, mereka mengakhiri fase grup tanpa terkalahkan dengan raihan tiga poin, yang menempati posisi kedua di Grup H atau di belakang juara Piala Dunia 2010, Spanyol. Lalu, mereka unggul satu poin atas juara Piala Dunia dua kali, Uruguay.
Kekalahan Uruguay dari Spanyol di laga lain membuat mereka menyusul Arab Saudi yang lebih dulu tersingkir.
Tanjung Verde Bertemu Argentina di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Populasi Tanjung Verde yang berjumlah 525.000 jiwa lebih kecil dibandingkan populasi ke-50 negara bagian AS. Wyoming adalah wilayah terdekat dengan jumlah penduduk 576.000 jiwa.
Mereka telah melangkah lebih jauh dibandingkan negara-negara lain yang memiliki populasi lebih sedikit yang pernah mencapai Piala Dunia.
Curaçao dan Islandia sama-sama tersingkir setelah fase grup dalam satu-satunya penampilan mereka, masing-masing pada 2026 dan 2018.
Baca juga:
Klasemen Akhir Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Hajar Norwegia 4-1 Senegal Hidupkan Asa Lolos
Mereka merupakan tim debutan pertama yang tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan fase grup Piala Dunia sejak Senegal melakukannya pada 2002 silam.
Meraih hasil imbang dalam ketiga pertandingan grup tidak menjamin kelolosan ke babak berikutnya dalam turnamen sepak bola besar.
Tanjung Verde Tunjukkan Punya Mimpi Besar di Piala Dunia 2026
Tim berjuluk Blue Sharks itu membuktikan kebenaran ucapannya dengan mengatasi rintangan yang tampak mustahil untuk ditaklukkan.
Seorang wanita, dengan wajah yang dilukis menyerupai bendera kepulauan tersebut, memegang papan bertuliskan: "Pulau Kecil, Mimpi Besar."
Sebuah impian yang berhasil diwujudkan oleh tim yang awalnya tidak diunggulkan ini, seiring mereka melanjutkan kiprah gemilang di panggung dunia.
Baca juga:
Mereka mencapainya berkat penampilan tangguh lainnya dari Vozinha, kiper berusia 40 tahun yang kesuksesannya di turnamen ini telah membantunya mengumpulkan lebih dari 16 juta pengikut di Instagram.
Ia melakukan penyelamatan pada masa tambahan waktu babak pertama dengan menangkap bola hasil sundulan Mohamed Kanno, sehingga Arab Saudi gagal mencetak gol.
Penyelamatan berikutnya terjadi pada menit ke-66, ketika ia melompat untuk menepis tembakan Mohammed Abu Al-Shamat.
Aksi penyelamatan ketiga dilakukannya pada menit ke-92 saat menghentikan tembakan Abdullah Al-Hamdan. (sof)