Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Takhta Suci Tegaskan Hanya Akui 2 Ordo Kesatria di Luar Vatikan, Templar Tidak Termasuk

Wisnu Cipto - 1 jam, 19 menit lalu

MerahPutih.com - Sekretariat Negara Vatikan di bawah pimpinan Kardinal Pietro Parolin menegaskan kembali sikap resmi Takhta Suci terkait legitimasi ordo-ordo kesatria yang tersebar di dunia.

Takhta Suci Roma menegaskan hanya mengakui Ordo Militer Berdaulat Malta dan Ordo Berkuda Makam Suci Yerusalem yang diakui serta dilindungi secara hukum Gereja Katolik di luar ordo kestaria milik Vatikan sendiri.

Selain ordo-ordo kesatrianya sendiri, Takhta Suci hanya mengakui dan melindungi Ordo Militer Hospitaller Berdaulat Santo Yohanes dari Yerusalem, Rhodes, dan Malta, serta Ordo Berkuda Makam Suci Yerusalem, dan tidak bermaksud mengubah kebijakan ini,

Sekretariat Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin, dikutip dari vaticannews.va, Kamis (15/10) .

Baca juga:

SABATON Kisahkan Perjuangan Ksatria Templar dalam Video Musik 'Templars'

Ordo Kestaria Milik Vatikan

Sekretariat Negara Vatikan menekankan klarifikasi ini bertujuan melindungi umat yang bertindak dengan itikad baik dari penyalahgunaan gelar dan sertifikat kesatria tanpa nilai hukum.

Belakangan ini maraknya permintaan konfirmasi dari masyarakat Katolik dunia, serta beredarnya penerbitan dokumen tidak sah yang mengatasnamakan santo-santo atau gelar-gelar suci Gereja.

Adapun ordo kesatria internal milik Takhta Suci mencakup Ordo Tertinggi Kristus, Ordo Taji Emas, Ordo Pian (Paus Pius IX), Ordo Santo Gregorius Agung, dan Ordo Santo Silvester Paus.

Baca juga:

Pertemuan Bersejarah Paus Leo XIV dan Presiden Palestina, Vatikan Tegaskan Dukung Solusi 2 Negara

Tolak Pengakuan Ksatria Templar

Kardinal Parolin menyatakan penegasan Vatikan itu sekaligus menggugurkan klaim berbagai organisasi modern yang kerap mengklaim diri sebagai penerus legiter ordo-ordo abad pertengahan.

Lewat klarifikasi itu, Vatikan memastikan semua ordo berkuda lainnya, baik organisasi yang baru dibentuk maupun yang mengklaim sebagai penerus ordo abad pertengahan seperti Templar, tidak memiliki jaminan legitimasi historis, yuridis, maupun struktur dari Vatikan.

"Takhta Suci menegaskan bahwa tidak memberikan nilai apa pun terhadap ijazah kesatria yang diterbitkan oleh organisasi yang tidak diakui, serta memandang penggunaan gereja atau kapel untuk upacara pelantikan kesatria tersebut tidaklah tepat," tandas Kardinal Parolin. (*)

Baca Artikel Asli