MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair di Istana Kepresidenan Bogor pada Selasa (9/3). Blair juga telah ditetapkan oleh Presiden sebagai penasehat pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara.
Dalam pertemuan tersebut, Blair memberikan masukan dn komentar terkait kondisi perekonomian Indonesia antara lain proses hilirisasi hingga rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Nusantara.
Baca Juga:
Penghapusan PCR dan Karantina Arab Saudi Bawa Angin Segar bagi Jemaah Haji-Umrah
"Setelah presentasi kami yang berikan di kantor pada siang hari bahwa apa yang dibuat Indonesia betul-betul 'on the right track', dengan hilirisasi, dengan digitalisasi dengan pembangunan ibu kota baru," kata Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan di Istana Kepresidenan Bogor.
Tony Blair saat ini diketahui adalah Ketua Eksekutif dari Tony Blair Institute for Global Change yang juga aktif dalam B20 (Business 20) yang menjadi forum dialog resmi G20 dengan komunitas bisnis Global.
"Pertemuan dengan Tony Blair bekas PM Inggris, beliau membantu pemerintah kita untuk mengkomunikasikan banyak hal karena beliau adalah utusan khusus pemerintah Inggris untuk Timur Tengah," ungkap Luhut.
Luhut yakin, Tony Blair punya pandangan yang sama dengan arah pembangunan Indonesia.
"Juga ibu kota baru yang 'linked' dengan tadi 'Integrity Industrial Park di 'North Kalimantan', jadi saya pikir kita semua di jalur yang benar kita doakan saja agar semua berjalan sesuai dengan apa yang kita 'plan'," tambah Luhut.
Selain menemani pertemuan dengan Tony Blair, Luhut Binsar juga melaporkan hasil kunjungannya ke Pandjaitan ke Riyadh, Arab Saudi untuk bertemu dengan Putra Mahkota Muhammad bin Salman.
Menurut Luhut, Pangeran Muhammad bin Salman tertarik untuk bekerja sama dalam beberapa proyek, antara lain pembangunan ibu kota negara (IKN), suplai minyak mentah untuk petrokimia, hingga mangrove dan terumbu karang.
"Juga tadi mereka masuk dalam 'sovereign wealth fund' kita. Jadi PIF (The Public Investment Fund) mereka akan masuk di berbagai macam proyek. Nah tadi Presiden sudah memutuskan, tadi membentuk seperti 'task force' untuk itu," ungkap Luhut.
Luhut menegaskan, Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman berencana untuk dua kali mengunjungi Indonesia pada 2022.
"MBS (Muhammed bin Salman) menyampaikan ke saya, beliau akan datang ke Indonesia 2 kali tahun ini. Pertama sebelum G20 dan itu kita berharap bisa tanda tangani semua 'item' proyek dengan pemerintah Indonesia dan kunjungan kedua beliau akan datang di G20," katanya. (Knu)
Baca Juga:
Kementerian Agama Lobi Arab Saudi untuk Keberangkatan Ibadah Haji 2022