Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Survei LSI: 72.94 Persen Publik Berharap Golkar Islah

Adinda Nurrizki - Jumat, 19 Desember 2014

Merahputih Nasional- Lingkaran Survei Indonesia (LSI) kembali melansir hasil surveinya terkait penyelesaian perpecahan Partai Golkar. Survei ini dilakukan pada 16-17 Desember 2014 ini menggunakan metode multistage rondom sampling dengan 1200 responden dan margin of eror sebesar +/-2,9 persen.

Peneliti LSI, Ardian Sopa mengatakan hasil survei yang dilakukan di 33 Provinsi ini menghasilkan mayoritas publik, yaitu sebesar 72.94 persen menginginkan agar partai berlambang pohon beringin ini segera melakukan islah dan menyelesaikan permasalahan dualisme kepemimpinan melalui Mahkamah Partai.

"Hanya sebesar 17.65 persen yang menginginkan kedua versi Golkar itu bertarung kembali di Pengadilan untuk menentukan pihak mana yang sah," kata Ardian dalam pemaparan hasil surveinya bertajuk "Golkar Pasca Putusan Menkumham" di kantor LSI, Jakarta, Jumat (19/12).

Menurut Adian, harapan kedua kubu Partai Golkar untuk melakukan islah melalui mahkamah partai merata di semua segmen masyarakat. Baik mereka yang tinggal di perkotaan maupun pedesaan, pria maupun wanita, wong cilik maupun kelas ekonomi mapan, mereka yang terpelajar maupun berpendidikan rendah.

"Namun yang paling besar harapan ini berasal dari pemilih Partai Golkar sendiri, lapisan masyarakat yang terdidik, tinggal di perkotaan, laki-laki dan mereka yang kelas ekonomi mapan," pungkasnya.

Sebab, ketika perseteruan dua kubu antara Aburizal Bakrie dan Agung Laksono ini terus berlanjut maka konflik dua kubu ini akan mempengaruhi terhadap stabilitas politik nasional. Maka dari itu, publik berharap konflik Golkar ini cepat selesai.

"Sebesar 86,75 persen publik menyatakan harapan itu. Hanya 6.02 persen yang tidak menginginkan konflik Golkar cepat selesai. Jika tidak, maka Golkar semakin ditinggalkan pemilih," katanya.

Dikatakan Adian, survei ini dilengkapi dengan penelitian kualitatif dengan metode analisis media, FGD dan in depth interview.

Baca Artikel Asli