Surabaya Parade Fashion 2017: Masa Depan Cerah Ekonomi Kreatif Surabaya
Kamis, 04 Mei 2017 -
Tunjungan Plaza Convention Hall menjadi tempat diselenggarakannya Surabaya Fashion Parade (SFP) 2017, yang mengusung tema Decimoda. Tema yang berasal dari bahasa Italia tersebut merujuk pada usia satu dekade SFP, sebagai wadah bagi para desainer unjuk kebolehan karyanya di industri mode Indonesia.
SFP juga menjadi ajang promosi para desainer dan pelaku industri mode di provinsi Jawa Timur, khususnya kota Surabaya. Perhelatan akbar tersebut merupakan agenda rutin pariwisata kota Surabaya, dan tahun ini digelar untuk memeriahkan hari jadi kota Surabaya ke-724.
Dalam siaran persnya, pihak Tunjungan Plaza Surabaya menyatakan, Surabaya diprediksikan pakar ekonomi akan jadi salah satu kota yang bersinar dalam pembangunan ekonomi kreatif mulai tahun 2017 ke depan.
Karena itu, acara yang dihadirkan pada 3-7 Mei ini mengadopsi konsep dagang, yang kerap dikenal sebagai pop-up store. Indonesian Fashion Chamber (IFC), selaku salah satu penyelenggara, akan membuat desain Fashion Rails and Racks secara khusus. Tujuannya untuk meringankan beban peserta pop-up store. Biaya pun lebih terjangkau, SPG tersedia, dan sistem pembayaran terintegrasi—Central Cashier di Atrium TP 3 dan Prefunction TP 3 lantai 6.
Panggung dan lighting spektakuler kelas dunia ini akan menyuguhkan lima desainer tamu dan lebih dari 100 desainer lain, dengan karakter yang berbeda-beda di setiap harinya.
Hari pertama, Happa by Melahyar mewakili Look to East yang merupakan perwujudan pakaian ala ketimuran. Hari kedua, Lenny Agustine mewakili Resort Wear, busana santai, ringan, dan cerah untuk liburan. Hari ketiga, Hannie Hananto mewakili Moslem and Modest Wear. Hari keempat, Elizabeth Njo May Fen mewakili Avantgarde dan Embran Nawami mewakili tema Urban. Hari kelima, Ferry Sunarto mewakili tema Red Carpet.
Dalam SFP 2017 juga diadakan kompetisi baru, yaitu Fashion Styling, sebagai salah satu bidang yang sangat digemari saat ini. Selain itu, ada Lomba 3D Fashion Illustration yang mengutamakan penggunaan bahan-bahan asli seperti kacang-kacangan, rautan pensil, dan lain-lain untuk menimbulkan efek 3D. Model Search dan Kids Model Search menjadi bidang lain yang juga dilombakan.
Lomba Fashion Design tahun ini mengangkat tema "Urban" dengan inspirasi floral, sedangkan Kids Fashion Design bertemakan "Urban" dengan inspirasi kartun. Kesempatan wirausaha bersama IFC sampai beasiswa Fashion Bussiness pun jadi hadiah kebanggaan bagi para pemenang Fashion Design.
Simak pula info mode Indonesia lainnya di sini: Kembalikan Batik Kembali, Upaya Pelestarian Batik Ala I Am Indonesian.