SEBUAH fenomena langka akan menghiasi langit malam ini (21/1). Para pengamat langit di belahan barat Bumi bahkan akan menyaksikan fenomena angkasa luar, yakni Super Blood Wolf Moon. Hal itulah yang membuat kemunculan supermoon kali ini jadi lebih istimewa ketimbang lainnya.
1. Gerhana Bulan Total yang hanya Bisa Dilihat di Belahan Barat Bumi
Bagi warga di belahan barat Bumi, supermoon kali ini enggak sekadar penampakan bulan yang merah dan lebih besar. Ada fenomena gerhana bulan total yang akan mengikuti.
Fenomena gerhana supermoon kali ini dinamai Super Blood Wolf Moon. Warga Amerika Utara dan Selatan akan bisa melihat gerhana tersebut dengan jelas. Sementara itu, pengamat langit di Eropa dan Africa bisa melihat fenomena itu hanya sebagian saat jelang fajar.
Sayangnya, warga Asia dan Australia enggak bakal bisa melihat fenomena menakjubkan tersebut.
Gerhana bulan total saat supermoon kali ini terjadi saat Bumi berada dalam satu garis lurus di antara bulan dan Matahari. Ketika Bumi menghalangi sinar Matahari, hanya cahaya keperakan yang menembus atmosfer Bumi dan memantul ke bulan.
"Jika kamu berdiri di permukaan bulan ketika hal ini terjadi, dan kamu melihat ke arah Bumi, kamu akan melihat cincin warna kuning-jingga yang amat indah," jelas astrofisikawan American Museum of Natural History, Jack Faherty, seperti dilansir The New York Times.
Cincin indah tersebut merupakan cahaya matahari terbit dan terbenam yang terjadi di Bumi saat gerhana terjadi. Cahaya itulah yang membuat warga Bumi melihat bulan berwarna merah ketika gerhana terjadi.
2. Arti Nama Super Blood Wolf Moon
Gerhana langka dan indah kali ini bahkan dinamai dengan amat dramatis, Super Blood Wolf Moon. Kenapa ya namanya 'heboh' banget?
Seperti dilansir The New York Times, istilah supermoon digunakan untuk menyebut bulan penuh yang terjadi ketika bulan ada di perigea, titik terdekat dengan Bumi dalam orbit elips. Kita bisa tahu bulan sedang ada di perigea dengan jelas. Tandanya, bulan terlihat lebih besar daripada biasanya.
Istilah supermoon sendiri baru disebut di 1979 oleh seorang astrolog Richard Nolle.
Sementara itu, kata 'blood' yang berarti 'darah' mengacu pada warna bulan saat gerhana. Bulan menjadi berwarna merah bata. Terkadang, warnanya bahkan terlihat cokelat.
Adapun kata 'wolf' atau 'serigala' sama sekali enggak berhubungan dengan werewolves atau manusia serigala yang mitosnya selalu muncul saat bulan purnama. Istilah 'wolf' merupakan istilah yang disematkan penduduk asli Amerika untuk bulan purnama di Januari.
Menurut The Old Farmer’s Almanac, penamaan itu diberikan suku Algonquin yang hidup di daerah sepanjang New England hingga Lake Superior.
3. Bisa Ditonton Daring
Kalau penasaran banget dengan penampakan Super Blood Wolf Moon, kamu bisa menonton gerhana bulan itu secara daring lo. Ada layanan streaming yang bisa kamu akses.
The Slooh Community Observatory, sebuah layanan penyiaran teleskop akan menayangkan secara live-stream dari Pulau Canary dan Cile. Selain itu, kamu bisa juga mengakses Timeanddate.com.
4. Masih Ada Fenomena Angkasa Luar Tahun Ini
Selain supermoon kali ini, masih ada dua kali lagi. Satunya akan muncul pada 19 Februari, sedangkan yang ketiga terjadi pada 21 Maret. Dua supermoon yang terakhir bukanlah blood moon, jadi warnanya enggak bakal merah.
Jangan lewatkan juga dua kali gerhana Matahari. Sebuah gerhana Matahari total yang bisa dilihat dari Amerika Selatan akan terjadi pada Juli. Pada 26 Desember nanti, akan ada gerhana yang akan nampak di atas Peninsula Arab dan India.
Pada 11 November nanti, akan terjadi peristiwa transit Merkuri. Saat itu, penduduk di Pantai Selatan Amerika bisa melihat saat planet dalam tata surya mengitari Matahari selama 6 jam.
Buat kamu yang menyukai segala hal tentang angkasa luar, semua peristiwa tersebut sudah pasti sayang buat dilewatkan.(dwi)