Sumedang Dilanda Banjir, Warga Diimbau Waspadai Penyakit Pasca-Bencana
Minggu, 16 Maret 2025 -
Merahputih.com - Banjir melanda Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Sabtu (15/3) menyebabkan setidaknya 718 rumah warga terendam.
Bencana ini berdampak pada 755 kepala keluarga atau 2.646 jiwa, yang tersebar di empat desa yakni Cihanjuang, Sindanggalih, Sindangpakuon, dan Sukadana.
"Hujan deras yang memicu luapan Sungai Cimande memperparah situasi, dengan ketinggian air mencapai 200 sentimeter," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Sabtu (16/3).
Baca juga:
Hari Ini BPBD DKI Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Cegah Banjir
Selain merendam rumah, banjir juga merusak dua tempat ibadah, fasilitas pendidikan, dan mengancam gagal panen pada 3,2 hektar lahan persawahan.
BPBD Kabupaten Sumedang telah menyalurkan bantuan logistik dan menurunkan personel untuk operasi pencarian dan pertolongan. Dapur umum didirikan di Kantor Kecamatan Cimanggung untuk memenuhi kebutuhan makanan warga terdampak.
Hingga Sabtu malam, listrik masih padam. Tim gabungan terus melakukan evakuasi, dan banjir berangsur surut dengan ketinggian sekitar 100 sentimeter.
Baca juga:
Mulai 11 Maret 2025, BPBD Kembali Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Kurangi Ancaman Hujan Besar
BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana hidrometeorologi, terutama saat hujan deras lebih dari satu jam dengan jarak pandang kurang dari 100 meter. Warga juga diimbau untuk mewaspadai penyakit pasca-banjir seperti diare, demam berdarah, ISPA, dan penyakit kulit.
"Pemerintah daerah diminta untuk segera memastikan kesiapan perangkat, personel, dan sumber daya dalam menghadapi potensi darurat," ucap Abdul Muhari.