Sultan HB X Tolak Rencana Pembangunan Jalan Tol di Yogyakarta

Jumat, 14 Juli 2017 - Luhung Sapto

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan menolak pembangunan jalan tol di wilayah ini. Hal itu lantaran dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas perekonomian warga.

"Di DIY tidak ada jalan tol, bukannya tidak boleh, pemerintah pusat juga sepakat (tidak ada tol)," kata Sultan saat Syawalan bersama Pemkab dan Masyarakat di Bangsal Sewoko Projo, Wonosari, Gunung Kidul, Kamis (13/7).

Sultan mengatakan pada 2019 bandara baru di Kulon Progo akan beroperasi, untuk memudahkan akses bisa membangun jalan lebar dengan empat jalur, tetapi bukan tol.

"Saya tidak setuju adanya jalan tol karena rakyat tidak akan mendapatkan apa-apa, diperlebar silakan tetapi jangan ditol. Tol sing untung ming (menguntungkan) yang membuat tol, tetapi rakyat di sekelilingnya (tak dapat apa-apa) karena jalan ditutup," katanya.

Selain itu, menurut Sultan, jalan Yogyakarta-Solo untuk wilayah Prambanan lebih baik menggunakan jalan baru atau di atas jalan lama khususnya di wilayah Prambanan sebab di sana masih ada batuan candi.

"Kalau di luar DIY silakan, seperti di Bawen sampai Salatiga karena geografisnya jurang," ujarnya.

"Nanti urusan saya untuk bernegosiasi dengan pemerintah pusat," ucapnya.

Sementara Bupati Gunung Kidul Badingah mengatakan,dengan dibangunnya bandara baru di Kulon Progo bisa meningkatkan kunjungan pariwisata.

"Bandara biar di Kulon Progo tetapi tujuan wisatawan ke sini," katanya.

Dia berharap dukungan masyarakat untuk ikut mengembangkan pariwisata. Sebab tidak memungkinkan dibangin pemerintah sendiri.

"Peran aktif masyarakat untuk pembangunan sangat kita harapkan," imbuhnya. (*)

Sumber: ANTARA

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan