Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Olahraga Berita

Skuad Prancis Kena Serangan Rasis Lagi, Kali Ini dari Eks Perdana Menteri Spanyol

Angga Yudha Pratama - 2 jam, 51 menit lalu

Merahputih.com - Skandal dugaan rasisme kembali mencoreng pelaksanaan Piala Dunia 2026. Kini pernyataan kontroversial diduga berbau rasis dilontarkan mantan Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy.

Mariano menyebut skuad Les Bleus 'tidak memiliki pemain asli Prancis'. Insiden ini menjadi serangan rasisme kedua menyasar Timnas Prancis sepanjang turnamen berlangsung.

Baca juga:

Mbappe Sekak Balik Komen Rasis Senator Paraguay: Aib Nodai Sukses Timnas Negara Anda!

Pernyataan Mariano Rajoy terbit melalui kolom opini media El Debate menjelang laga semifinal antara Spanyol melawan Prancis.

Ketegangan diplomatik serta olahraga mencuat mengingat Mariano merupakan kepala pemerintahan Spanyol periode 2011-2018.

Mariano Rajoy melontarkan komentar bernada rasisme tidak toleran mengenai tim nasional Prancis,

tulis Presiden FFF, Philippe Diallo.

Kronologi Serangan Rasisme Beruntun

Timnas

Serangan verbal terhadap anak asuh Didier Deschamps bermula sejak fase gugur babak 32 besar berakhir. Pihak FFF bersama kejaksaan Prancis langsung mengambil tindakan hukum guna melindungi integritas para atlet profesional.

Rentetan data dan fakta kasus rasisme menimpa Prancis:

Reaksi Keras Pemerintah dan Federasi Prancis

Diallo melayangkan protes keras melalui media sosial pribadi guna meredam opini negatif publik Spanyol.

Hubungan bilateral kedua negara bidang olahraga memanas menjelang kick-off babak semifinal akibat tulisan provokatif kolumnis El Debate tersebut.

Baca juga:

Duel Taktik Prancis vs Spanyol: Filosofi Relasionisme Melawan Posisional

Pemerintah Prancis melalui Menteri Dalam Negeri, Laurent Nunez, turut bersuara mengecam tindakan diskriminatif mantan penguasa Spanyol itu.

Pihak Prancis menegaskan legitimasi kewarganegaraan para pemain tim nasional bersifat mutlak berdasarkan hukum negara, bukan penilaian asing.

“Pemain kami tentu tidak membutuhkan sertifikat kewarganegaraan dari Perdana Menteri Spanyol,” tegas Philippe Diallo.

Baca Artikel Asli