Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Siklon Tropis Surigae Diprediksi Melemah dan Jauhi Wilayah Indonesia

Angga Yudha Pratama - Senin, 19 April 2021

Merahputih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi intensitas Siklon Tropis Surigae dalam 24 jam ke depan akan melemah dan bergerak ke utara menjauhi wilayah Indonesia. Analisis Siklon Tropis Surigae dilakukan pada Minggu, 18 April 2021 pukul 19.00 WIB.

"Dari hasil analisis tersebut, posisi Siklon Tropis berada di Samudera Pasifik timur Filipina, 13.5 Lintang Utara, 126.8 Bujur Timur (sekitar 1.140 km sebelah utara Tahuna)," ujar Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo, Senin (19/4).

Baca Juga:

Korban dan Kerusakan Akibat Siklon Seroja di Sabu Raijua Belum Terdata

Siklon bergerak menuju ke Barat, yakni barat laut dengan kecepatan 5 knots (9 km/jam) menjauhi wilayah Indonesia, sementara kekuatannya 115 knots (215 km/jam) dan tekanan 900 hPa.

Berdasarkan kajian itu, BMKG memprediksi posisi Siklon Tropis pada 24 jam ke depan, yakni 19 April 2021 pukul 19.00 WIB akan berada di Samudera Pasifik timur Filipina, 15.0 Lintang Utara, 126.5 Bujur Timur (sekitar 1.300 km sebelah utara Tahuna).

Siklon Tropis akan mengarah ke Utara dengan kecepatan 4 knots (7 km/jam) terus bergerak menjauhi wilayah Indonesia, sementara kekuatannya berkurang menjadi 110 knots (205 km/jam) dan tekanan 905 hPa.

BMKG deteksi bibit siklon tropis (ANTARA/Iskandar Zulkarmaen)
BMKG deteksi bibit siklon tropis (ANTARA/Iskandar Zulkarmaen)

Meski demikian, BMKG mengingatkan bahwa Siklon Tropis memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan.

Yakni, potensi hujan dengan intesitas sedang hingga lebat disertai kilat atau petir, serta angin kencang di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, dan Papua Barat.

Tinggi gelombang 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Kalimantan Utara, Selat Makassar bagian utara, Laut Sulawesi bagian Barat, Perairan selatan Kep. Sangihe, Perairan Kep. Sitaro, Perairan Bitung-Likupang, Perairan selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku, Perairan Kepulauan Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Biak, hingga Jayapura, Samudra Pasifik utara Papua.

Baca Juga:

Jokowi Pantau Penanganan Dampak Bencana Siklon Seroja di NTT

Tinggi gelombang 2,5-4 meter berpeluang terjadi di Laut Sulawesi bagian tengah dan timur, Perairan utara Kep. Sangihe, Perairan Kep.Talaud, Samudra Pasifik Utara
Halmahera bagian selatan, dan Samudra Pasifik utara Papua Barat.

Kemudian, tinggi gelombang 4-6 meter berpeluang terjadi di Samudra Pasifik utara Halmahera bagian Utara. (Knu)

Baca Artikel Asli