Siemens Healthineers dan RAD-AID International Gelar Pelatihan Kedokteran Nuklir
Senin, 28 Oktober 2024 -
MerahPutih.com - Siemens Healthineers bermitra dengan RAD-AID International mengadakan pelatihan khusus dalam bidang kedokteran nuklir di Asia Tenggara. Hal ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan Siemens Healthineers dan RAD-AID International untuk meningkatkan layanan kesehatan di wilayah-wilayah memiliki keterbatasan akses ke sumber daya medis canggih.
Kolaborasi ini menjadi tonggak penting, ditandai dengan selesainya kunjungan pelatihan pertama di Indonesia untuk memberikan pendidikan dan dukungan langsung kepada para tenaga kesehatan setempat di bidang kedokteran nuklir.
Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan lokal terhadap teknik diagnostik yang paling mutakhir, khususnya dalam pencitraan PET/CT, SPECT/CT, dan teranostik.
Selama program berlangsung, tim ahli RAD-AID yang didukung oleh Siemens Healthineers untuk menggelar sesi pelatihan on-site dan online di berbagai institusi medis terkemuka, termasuk RSCM/FKUI Jakarta dan RSHS/FK Unpad Bandung.
Baca juga:
Kemenkes Sepakati Kerja Sama Layanan Kesehatan dengan Siemens Healthineers
"Kolaborasi kami dengan RAD-AID mencerminkan komitmen kami untuk menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi di Indonesia," kata Alfred Fahringer, Country Head of Siemens Healthineers Indonesia, dalam keterangan resminya yang diterima, Senin (28/10).
Kedua kunjungan tersebut memungkinkan tim RAD-AID untuk mendalami sesi hands-on
tentang cara mengoptimalkan pemeriksaan Kedokteran Nuklir dan mendiagnosis kasuskasus yang kompleks.
Di RSCM/FKUI Jakarta, yang memiliki pemindai PET/CT Siemens Healthineers Biograph Vision, memiliki fokus dalam pengintegrasian teknologi PET/CT ke dalam praktik onkologi.
Di Bandung, tepatnya di RSHS/FK Unpad, program kunjungan ini berbentuk kuliah khusus tentang PET/CT non-FDG dalam onkologi diagnostik, yang mencakup area-area kritis seperti kanker kepala, leher, paru-paru, dan gastrointestinal.
Baca juga:
"Dengan berinvestasi dalam pendidikan dan kedokteran nuklir, kami mendukung para tenaga medis dan membantu membentuk masa depan perawatan pasien di negara ini," tambahnya.
Selain itu, sesi-sesi ini memungkinkan para tenaga medis untuk menerapkan pengetahuan baru
mereka secara langsung, menjembatani kesenjangan pengetahuan, dan meningkatkan hasil
pasien di seluruh Indonesia.
"Ini adalah langkah awal, dan kami berharap dapat melanjutkan misi kami untuk membangun infrastruktur layanan kesehatan yang berkelanjutan,” kata Dr. Daniel J. Mollura, CEO of RAD-AID International. (ikh)