SUKA nonton kisah horor? Bersiap deh untuk menikmati ketegangan ala film horor Indonesia. Di Februari, yang notabene bulan cinta, 3 film horor siap tayang di bioskop Tanah Air.
1. Satu Suro
Mengambil inspirasi dari kepercayaan masyarakat Jawa yang mengkramatkan bulan Suro, film horor ini akan rilis pada 7 Februari.
Disutradarai oleh Anggy Umbara, film ini mengisahkan Adinda (diperankan Citra Kirana) yang sedang hamil besar dan baru saja pindah ke sebuah rumah baru bersama suaminya, Bayu (Nino Fernandez). Di rumah itu, banyak hal aneh yang dialami Adinda. Ia juga mulai sering mengalami halusinasi. Puncaknya, suatu ketika, Adinda mengalami kontraksi dan dibawa ke rumah sakit oleh Bayu.
Kisah film ini akan dipusatkan pada Bayu yang mencoba mencari istrinya yang hilang di rumah sakit. Sang istri lenyap ketika ia kembali ke rumah untuk mengambil keperluan yang tertinggal.
2. Kain Kafan Hitam
Disutradarai oleh Maxime Bouttier dan Yudhistira Bayuadji, film ini akan menyuguhkan kisah arwah yang gentayangan di suatu rumah.
Evelyn (Haico Van Der Veken) bersama kedua temannya, Angeline dan Roy, yang tergabung dalam komunitas pencari setan akan mengalami berbagai misteri di dalam rumah baru Evelyn yang tidak diketahui oleh mereka.
Meskipun menyuguhkan cerita layaknya film horror Indonesia pada umumnya, Maxime mengatakan film ini akan lebih banyak menyuguhkan ketegangan ketimbang thriller.
Film yang diproduksi Lingkar Film akan dirilis bertepatan pada hari Valentine, 14 Februari.
3. 11:11 Apa Yang Kau Lihat?
Diproduksi Layar Production dan Cinema Delapan, film 11:11 Apa yang Kau Lihat? terinspirasi dari mitos angka 11:11:11 yang disebut sebagai gerbang neraka. Cerita dalam film ini akan menyuguhkan nuansa yang berbeda dari biasanya.
Ketegangan dihadirkan dengan perpaduan juga keindahan pantai Lampung dan Bali yang menjadi tempat syuting utama film ini.
Film 11:11 Apa yang Kau Lihat? diawali dengan kisah Galih yang menemukan fakta mengenai keberadaan ibunya, Dewi. Ia hilang saat Galih masih kecil di sebuah pulau terpencil bernama Tanjung Biru.
Cerita pun kemudian berpusat pada pencarian Galih bersama teman-temannya untuk menemukan sang ibu. Sebagai petunjuk, mereka mengandalkan sebuah artefak kuno yang ditemukan di sebuah kapal karam. Namun, saat itulah mereka akan terus diganggu siluman penjaga Tanjung Biru.
Gangguan itu menjadi titik ketegangan dalam film yang dibintangi Rendy Kejaenet, Twindy Rarasati, Bayu Anggara, Fauzan Smith, Toriq, Lady Nayoan, dan Iin Hermayani ini. Film ini akan rilis pada 21 Februari mendatang.(ver)