PERNAH menonton film Junior (1994)?
Film yang dibintangi Arnold Schwarzeneger dan Danny DeVito tersebut menceritakan kisah seorang laki-laki yang menjadi eksperimen medis. Dalam percobaan itu, Dr Alex Hesse yang diperankan Schwarzeneger harus menjalani kehamilan hingga melahirkan bayi layaknya seorang perempuan.
Terdengar tidak masuk akal, ya? Namun, hal itu ternyata terjadi di kehidupan nyata lo.
Kaci Sullivan, 30, seorang transgender asal Wisconsin, AS, melahirkan bayi yang ia beri nama Phoenix pada 21 November lalu.
Bayi itu merupakan anak kedua Sullivan setelah ia melahirkan anak pertamanya di 2013. Phoenix lahir lewat operasi cesarean. Sang ibu pun mendokumentasikan kehamilannya lewat video di Youtube.
Sullivan yang tinggal di Madison, Wisconsin, itu terlahir sebagai seorang perempuan. Namun, ia selalu merasakan hal yang berbeda.
"Aku selalu bermimpi menjadi laki-laki," ujarnya kepada majalah Madison.
Seperti dikutip dari Health, Sullivan menikah setelah lulus SMU. Ia kemudian hamil pada 2011. Itu bukanlah kehamilan yang mudah buatnya. Selain harus memperhatikan kehamilannya, Sullivan juga berjuang melewati krisis identitas gender yang dihadapinya. Ketika itu, ia berharap kehamilan akan membuatnya merasa lebih seperti perempuan.
Namun nyatanya, hal itu tidak berhasil buatnya.
"Kupikir kehamilan akan mengubah segalanya. Aku bisa merasakan pengalaman sebagai perempuan sehingga merasa lebih feminin, tapi hal itu tak terjadi," ujar Sullivan.
Pergulatan batin itu membuat Sullivan mengalami depresi selama kehamilannya. Setelah melahirkan di 2012, ia memutuskan untuk berubah demi bisa menjadi orangtua yang terbebas dari depresi.
Ia dan sang suami pun bercerai. Segera, Sullivan memulai perubahan fisiknya menjadi seorang pria. Ia menjalani operasi pengecilan payudara dan mulai menjalani terapi testoteron. Selain itu, ia juga kehilangan pekerjaannya karena tempatnya bekerja tak menyukai keputusannya untuk menjadi transgender.
"Itu tidaklah mudah. AKu kehilangan banyak hal. AKu berpikir aku akan kalah," Ujar Sullivan.
Dalam kondisi yang demikian, ia bertemu suami keduanya, Steven. Tak lama kemudian, Sillivan hamil anak kedua. Hal itu terjadi setelah ia menghentikan terapi testoteron karena alasan kesehatan.
Ia pun amat senang atas kehamilan itu sehingga memutuskan untuk mendokumentasikan setiap tahap kehamilannya lewat video di Youtube.
Ia melakukan hal itu untuk memberi bantuan bagi sesama transgender lainnya yang juga menjalani kehamilan. Ia juga mebangun kesadaran orang terhadap kehamilan pada transgender dan cisgender.
"Banyak sekali transgender yang memiliki bayi. Namun, budaya dan masyarakat perlu menerima ini," ujarnya.(*)