Serdadu Sam Rilis Album 'Kronik', Dokumentasi Batin yang Jujur dan Personal
Rabu, 21 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Serdadu Sam kembali menghadirkan karya terbaru lewat album penuh bertajuk Kronik. Album ini menjadi medium bagi Serdadu Sam untuk merekam kegelisahan personal, refleksi terhadap realitas sosial, serta pencarian makna hidup yang dirangkai dalam bentuk narasi audio dengan lapisan bunyi yang kaya.
Melalui Kronik, Serdadu Sam secara sadar menjauh dari format album konvensional. Alih-alih menyuguhkan kumpulan lagu lepas, album ini dibangun sebagai alur cerita utuh melalui 13 trek yang berfungsi layaknya fragmen perjalanan hidup.
Setiap lagu merepresentasikan tema-tema manusiawi yang dekat dengan pengalaman banyak orang, mulai dari ambisi dan keserakahan, kegagalan, perpisahan, penyesalan, kehilangan, hingga semangat untuk terus bertahan dan memperjuangkan kehidupan yang lebih layak.
Baca juga:
Album 'Running With Scissors': Fase Dewasa Cavetown yang Penuh Emosi dan Refleksi
Kenny, sosok di balik Serdadu Sam, menyebut Kronik sebagai karya yang sangat personal dan jauh dari orientasi komersial.
“Kronik adalah dokumentasi batin. Saya tidak sedang membuat album komersial, saya sedang menulis catatan untuk dipahami, oleh siapa pun yang pernah merasa sendiri, lelah, tidak berdaya dihantam kerasnya kehidupan, dan ditelan kekecewaan di tengah keramaian, namun tetap harus berjuang menjalani hidup yang terus berjalan,” ujar Kenny.
Proses penggarapan Kronik telah dimulai sejak 2021. Materinya lahir dari pengalaman pribadi Kenny, pengamatan terhadap lingkungan sekitar, serta kisah-kisah orang terdekat yang kemudian diramu menjadi satu kesatuan narasi.
Baca juga:
Mitski Umumkan Album 'Nothing’s About to Happen to Me', Hadirkan Single 'Where’s My Phone?'
Hampir seluruh lagu dalam album ini ditulis dan diciptakan Kenny dalam Bahasa Indonesia, kecuali lagu 'Setengah Tiang'. Gaya penulisan liriknya bertutur, reflektif, namun tetap menjaga keindahan bahasa tanpa terjebak klise.
“Menulis dalam Bahasa Indonesia punya tantangan tersendiri. Saya berusaha menghindari klise, tapi juga tidak ingin terlalu bersayap,” tambahnya.
Secara musikal, Kronik menjadi ruang eksplorasi bagi Serdadu Sam. Beragam pendekatan genre serta penggunaan instrumen dieksplorasi untuk menerjemahkan gagasan dan visi artistik secara utuh. Hasilnya, Kronik tampil sebagai sebuah perjalanan emosional yang tidak hanya untuk didengar, tetapi juga dirasakan. (Far)