Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Serangan Mobil terhadap Anggota Parlemen Australia, Helen Haines Kehilangan Kedua Kakinya

Dwi Astarini - 1 jam, 47 menit lalu

MERAHPUTIH.COM — HELEN Haines, anggota parlemen Australia yang ditabrak mobil dalam apa yang disebut pihak berwenang sebagai serangan sengaja, telah kehilangan kedua kakinya. Demikian kabar yang dikonfirmasi suaminya.

Phil Haines mengatakan insiden mengerikan tersebut menyebabkan istrinya mengalami luka-luka signifikan, tetapi hati dan pikirannya dalam kondisi baik. Ia menambahkan kabar baik di balik semua ini yakni bahwa ia masih hidup.

Terduga pelaku penyerangan, Brendan Nugent yang berusia 43 tahun, menghadapi beberapa dakwaan dan telah hadir di pengadilan untuk pertama kalinya pada Rabu (21/10).

Nugent ditangkap sesaat setelah ia diduga mengendarai Toyota LandCruiser miliknya dan menabrakkan kendaraan tersebut ke arah anggota parlemen independen itu di luar kantor daerah pilihannya di Kota Regional Wangaratta, sekitar 240 km timur laut Melbourne.

"Jalan menuju pemulihan bagi Helen akan panjang dan sulit, tetapi kami tahu dia seorang pejuang. Ia sosok gigih yang akan berusaha sebaik mungkin, dengan dukungan dan kasih sayang kami, untuk pulih. Itulah yang kami harapkan,” kata suaminya pada konferensi pers di Melbourne, tempat Helen sedang dirawat.

Baca juga:

Anggota Parlemen Australia Ditabrak, Polisi Tetapkan 1 Tersangka



Sang suami berterima kasih kepada staf rumah sakit dan masyarakat, baik di Australia maupun internasional, yang telah menunjukkan kepedulian terhadap Haines, serta mengimbau mereka yang ingin menunjukkan dukungan untuk memberikan donasi ke dana Save the Children.

"Tolong terus kirimkan kasih sayang kalian kepada Helen," tambahnya.



Pelaku Didakwa atas 3 Kejahatan




Pada Rabu, Nugent hadir di pengadilan lokal untuk menghadapi tiga dakwaan: mengemudi secara berbahaya hingga menyebabkan luka berat, dengan sengaja menyebabkan luka berat, dan menyebabkan bahaya bagi pejabat publik Persemakmuran. Polisi menyatakan dakwaan tambahan dapat diajukan, termasuk percobaan pembunuhan.

Nugent ialah seorang warga lokal dari kota terdekat Tarrawingee yang dikenal sebagai aktivis lingkungan. Saat dihadirkan di pengadilan, ia tetap diam dan tanpa ekspresi. Ia tidak mengajukan jaminan (bail) dan dijadwalkan kembali ke pengadilan pada Februari 2028. Dokumen pengadilan menunjukkan ia juga didakwa atas penanaman dan kepemilikan ganja.

Di pengadilan, pengacara Nugent mengatakan kliennya memiliki masalah kesehatan mental, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut. Pengadilan juga mendengarkan bahwa Nugent mengidap kondisi neurologis langka, yakni idiopathic transverse myelitis, yang disebabkan peradangan pada sumsum tulang belakang.

Kepolisian Victoria menyatakan penyelidikan mereka, dengan dukungan dari Kepolisian Federal Australia (AFP), masih terus berlanjut dan motifnya belum dipastikan.

"Motivasinya untuk tindakan ini, yang kami duga sebagai serangan disengaja, menjadi pusat perhatian utama dari penyelidikan. Anggota kami akan terus mendalami setiap elemen, sudut pandang, dan jalur untuk mengungkapnya. Itu adalah sesuatu yang, ketika kami proses dan temukan, akan kami sampaikan di pengadilan,” kata Komisioner Polisi Victoria, Mike Bush.

Nugent tidak berada dalam radar kepolisian dan tidak ada intelijen mengenai ancaman apa pun terhadap Haines sebelum insiden tersebut terjadi. Penyidik juga sedang mendalami apakah penggunaan obat-obatan terlarang atau pengobatan medis turut berperan dalam insiden ini dan apakah terdapat hubungan pribadi antara Nugent dan Haines.

Insiden tersebut terjadi pada Senin sore sekitar pukul 15.35 waktu setempat. Sesaat setelah mobil menabrak Haines, orang-orang di sekitar lokasi menarik Nugent keluar dari kendaraan dan menahannya.

Keluarga Nugent sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa mereka ialah teman lama Haines, yang merupakan anggota parlemen independen untuk wilayah Indi di Victoria. Mereka menggambarkan serangan tersebut sebagai hal yang sangat memilukan dan tak masuk akal.(dwi)

Baca juga:

Anggota Parlemen Australia Kritis setelah Ditabrak Mobil, PM Albanese Sebut Serangan Disengaja

Baca Artikel Asli