Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Seluruh Titik Banjir di Bekasi Diklaim Sudah Surut, Kecuali di Bumi Nasio Indah

Angga Yudha Pratama - Minggu, 21 Februari 2021

Merahputih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi memastikan, 124 lokasi banjir yang merendam wilayah permukiman warga pada Sabtu (20/2), kini telah surut.

“Dari total yang terdata ada 125 titik genangan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi, Agus Harpa kepada wartawan, Minggu (21/2).

Baca Juga:

Hujan Diprediksi Guyur Wilayah DKI Jakarta Sepanjang Hari

Hanya saja, di Perumahan Bumi Nasio Indah masih terendam banjir dengan ketinggian mencapai 30 cm. Dia mengatakan, ratusan titik banjir tersebut tersebar di 12 kecamatan se-Kota Bekasi.

“Dari 12 kecamatan itu, semua kecamatan terdapat genangan. Hanya saja titik genangan terbanyak terdapat di Kecamatan Pondokgede, ada 43 lokasi,” tuturnya.

Lalu, Kecamatan Pondokmelati terdapat dua lokasi banjir yakni di Perumahan Puri Gading dan Perumahan Pondok Artha. Sedikitnya, 25.133 keluarga atau 100.532 jiwa terdampak banjir di Kota Bekasi.

Sedangkan, warga yang mengungsi di kantor logistik dan peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jatiasih mencapai 127 jiwa warga Perumahan Pondokgede Permai (PGP), pengungsi di Musala Jama’atul Khair sebanyak 79 orang yang merupakan warga Kampung Lebak, Bekasi Utara.

Dan pengungsi di Masjid Al Amin Taman Cikunir Indah sebanyak 44 orang yang merupakan warga Jatibening. “Personel BPBD Kota Bekasi masih bersiaga di beberapa titik lokasi yang mengalami banjir kemarin,” pungkasnya.

Warga melintasi banjir di perumahan Pondok Hijau Permai, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (7/2/2021). Menurut warga, banjir setinggi 20 cm hingga 1 meter tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/aww.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mencatat, sebanyak 1.756 keluarga terdampak banjir akibat hujan deras di daerah itu sejak Jumat (19/2) dini hari.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Henri Lincoln mengatakan, selain hujan dengan intensitas tinggi, banjir juga diakibatkan meluapnya daerah aliran sungai serta efek pembangunan.

"Sebagian ada juga yang diakibatkan drainase yang buruk sehingga air tidak mengalir dan tidak menampung debit air," katanya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Henri mengatakan, pemerintah daerah bersama pihak terkait telah melakukan penanganan terhadap seribuan keluarga yang terdampak banjir tersebut.

"Kami lakukan evakuasi, pertolongan, serta bantuan logistik dibantu Polres, Kodim, Basarnas, PMI, Destana, dunia usaha, relawan, serta perangkat daerah lainnya," ujarnya.

Henri menyebut 1.756 keluarga terdampak banjir hari ini berasal dari 20 desa dan kelurahan di delapan kecamatan se-Kabupaten Bekasi.

"Sebagian sudah mulai surut, hujan juga telah reda. Total ada 27 titik banjir dengan ketinggian air bervariasi di delapan kecamatan hingga siang ini," katanya.

Baca Juga:

28 Warga Pejaten Timur Dievakuasi Akibat Banjir

Delapan kecamatan itu, kata Henri, di antaranya Kecamatan Cibitung dengan ketinggian 60 sampai 100 sentimeter, Tambun Selatan setinggi 50 sampai 100 sentimeter, Setu 50 sampai 70 sentimeter, dan Kecamatan Cikarang Selatan dengan ketinggian 30 sampai 40 sentimeter.

Kemudian Kecamatan Cikarang Pusat 40 sampai 80 sentimeter, Cibarusah 80 sampai 100 sentimeter, Cikarang Utara 40 sampai 120 sentimeter, serta Kecamatan Serang Baru setinggi 30 sampai 60 sentimeter. (Knu)

Baca Artikel Asli