Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Sekjen Pembela Habib Rizieq Pimpin Alumni 212 Polisikan Sukmawati

Wisnu Cipto - Rabu, 04 April 2018

MerahPutih.com - Persaudaraan Alumni (PA) 212 resmi melaporkan dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan Sukmawati Soekarnoputri terkait puisinya berjudul "Ibu Indonesia" ke Bareskrim Polri.

"Selaku Sekjen Pembela Imam Besar Habib Rizieq dan Alumni 212, saya ingin melaporkan Ibu Sukmawati atas puisinya," kata Dedi Suhardadi, anggota perwakilan PA 212, di Kantor Bareskrim Polri, Kawasan Gambir, Jakarta, Rabu (4/4).

Menurut Dedi, puisi yang dibacakan putri Bung Karno itu sangat menyakiti hati umat Muslim. "Beliau (Sukmawati) membacakan puisi bagi sebagian umat Islam yang sangat menyakitkan," tegas dia, disambut gema takbir belasan anggota PA 212.

Dedi juga mengakui apa yang diungkapkan Sukmawati merupakan bagian dari puisi sebagai seni, tetapi tetap saja kontennya sangat menyakitkan umat. "Kalau Anda Muslim itu sakit enggak? Bandingkan cadar dengan konde," tandas dia.

Pantauan di lokasi, rombongan PA 212 datang sekira pukul 14.45 WIB dan langsung masuk ke dalam gedung Bareskrim . Pukul 16.40 WIB, Dedi Suhardadi dan rekan-rekan selesai menjalani pemeriksaan sebagai pelapor.

Sukmawati Soekarnoputri saat menggelar jumpa pers di kawasan Cikini Jakarta Pusat. Foto: MerahPutih.com

Sebelumnya, Sukmawati Soekarnoputri sendiri sudah meminta maaf atas Puisi berjudul "Ibu Indonesia" yang dibacakannya telah menyinggung syariat Islam, terkait penggunaan cadar hingga menyebut suara azan kalah merdu dengan kidung.

"Dari lubuk hati yang paling dalam saya mohon maaf lahir dan batin, kepada umat Islam Indonesia," kata Sukmawati, ketika membacakan satu dari lima poin klarifikasi dalam jumpa pers di di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/4).

Saat membacakan kelima poin klarifikasi itu, Sukmawati menangis dan suaranya terdengar sesenggukan. Menurut dia, Puisi Ibu Indonesia yang dibacakannya itu sesuai dengan tema dari acara pagelaran busana yakni Cultural Identity.

"Puisi Ibu Indonesia yang saya bacakan adalah sesuai dengan tema dari acara pagelaran busana yakni Cultural Identity, yang mana semata mata adalah pandangan saya sebagai seniman dan budayawati dan murni merupakan karya sastra Indonesia," tutur putri termuda Presiden RI 1 Soekarno itu.

Baca Artikel Asli