MerahPutih.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mengumumkan perekonomian DKI Jakarta tumbuh sebesar 4,96 persen secara kumulatif sepanjang 2023. Pertumbuhan ekonomi 2023 relatif melambat jika dibandingkan dengan 2022 yang mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,25 persen.
Pada triwulan IV-2023 yaitu Oktober hingga Desember 2023, kinerja ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 4,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau triwulan IV-2022.
Sementara itu, jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, yaitu triwulan III-2023, ekonomi Jakarta pada triwulan IV-2023 juga tumbuh sebesar 2,6 persen.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI optimis ekonomi Jakarta akan semakin baik meski tidak lagi menjadi Ibu Kota Negara (IKN).
Baca juga:
Gedung Pemerintahan di Jakarta Bisa Jadi Hunian Saat Ibu Kota Pindah ke IKN
"Kami sangat optimis Jakarta akan semakin maju, meski tidak lagi menjadi IKN. Tentu, bila dikelola dengan baik, transparan dan nir korupsi, maka pendapat asli daerah (PAD) bisa melonjak berkali lipat," kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Diana Dewi.
Tantangan terbesar Jakarta setelah menanggalkan status Ibu Kota adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM). SDM berkualitas dan profesional penting untuk mendukung target Jakarta sebagai kota global.
"Kota global harus diisi oleh orang-orang yang memiliki kemampuan lebih, profesional serta mental yang kuat," katanya.
DKI Jakarta, Kadin DKI juga turut mendukung penyiapan SDM unggul di Ibu Kota. Berbagai pelatihan, sertifikasi hingga pendampingan pengembangan usaha juga terus diberikan Kadin DKI untuk mendukung kalangan dunia usaha, termasuk sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Baca juga:
Anggaran Untuk IKN Sudah Terserap 4,3 Triliun Dari Total 39,6 Triliun di 2024
"Sejak awal memimpin Kadin DKI Jakarta, penyiapan SDM unggul terus dilakukan melalui pelatihan-pelatihan. Juga, memberi ruang pengembangan usaha, baik di dalam maupun luar negeri," katanya.