MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto melakukan pidato dalam Sidang Tahunan MPR dan DPD, DPR RI 2026, dalam paparan orang nomor satu di Indonesia tersebut mengundang memanggil nama beberapa anak yang secara khusus hadir di sidang tersebut.
Salah satunya adalah perjalanan hidup Citra Nur (10), siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 67 asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, berubah drastis dari anak yang hampir putus sekolah hingga sukses mengukir prestasi sebagai juara karate tingkat kabupaten.
Ibu kandung Citra, Hajrah, menceritakan putrinya tumbuh dalam keterbatasan dan sempat berada di titik terendah saat sang ayah meninggal dunia akibat diabetes, sementara dirinya mengalami disabilitas dan bekerja sebagai penyapu masjid.
Demi membantu ekonomi keluarga serta menghindari perundungan di sekolah terdahulu akibat kondisi fisik sang ibu, Citra sempat memilih berhenti sekolah dan berkeliling berjualan kacang.
Citra itu waktu bapaknya meninggal sedih sekali, karena dia dekat sama bapaknya. Sebelum meninggal, bapaknya sempat titip baju dan sepatu ke saya agar Citra tetap bisa sekolah,
kata Hajrah, seperti dikutip dari keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) di Jakarta, Jumat.
Harapan Citra kembali tumbuh setelah bergabung di SRT 67 Pangkajene dan Kepulauan, tempat ia mendapatkan lingkungan asrama yang suportif hingga berhasil meraih Juara II Karate Kabupaten Pangkep.
Wali Asuh SR Terintegrasi 67 Maysaroh mengaku bangga melihat perkembangan Citra yang kini jauh lebih percaya diri dan mampu berinteraksi positif dengan sesama siswa.
Alhamdulillah, setelah di Sekolah Rakyat, Citra sudah mampu berinteraksi dengan baik dan memperlihatkan bakatnya di bidang karate hingga berprestasi,
kata Maysaroh.
Kisah keteguhan Citra tersebut menarik perhatian Presiden Prabowo Subianto yang secara khusus mengenalkannya saat menyampaikan Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengapresiasi semangat Citra yang hampir putus sekolah karena harus bantu perekonomian keluarga dengan berjualan kacang namun bisa berprestasi, meraih juara beladiri karate tingkat kabupaten.
Citra umurmu berapa? 10 tahun, nanti 10 tahun lagi kau nanti baru boleh pacaran, setelah sabuk hitam karatemu ya,
pesan Kepala Negara dalam sela pidatonya.
Selain itu, presiden bangga dengan capaian para siswa Sekolah Rakyat lainnya, seperti tujuh siswa SR Makassar yang menjuarai kompetisi akademik daerah dan Ismu Kuarmida dari SR Polewali Mandar yang menjadi anggota Paskibraka Nasional 2026.
Presiden menegaskan prestasi para siswa tersebut membuktikan anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat mencapai prestasi tinggi jika diberikan kesempatan dan bimbingan yang tepat.
Kami di sini untuk memastikan kamu punya masa depan dan kesempatan yang baik, tidak ada satupun anak Indonesia yang kita tinggalkan. Negara memberikan dukungan sesuai kebutuhan, bakat, dan kecerdasan istimewa mereka,
kata Presiden Prabowo.
Prabowo juga menyebutkan nama anak bernama Kristina Beno. Dia adalah anak kelas 6 dari salah satu Sekolah Dasar (SD) yang beraa di mengundang siswa asal Marauke, Papua Selatan.
Tampil dalam balutan busana daerah dari Papua Selatan dan senyum yang manis Kristina Beno membentuk salam menyapa semua tamu kehormatan dalam sidang Tahunan MPR, dan DPD, DPR RI hari ini.
Hari ini hadir bersama kita, Kristina Beno siswa kelas 6 SD dari Maroeke, Papua Selatan. Terima kasih. Pertama kali kamu hadir di MPR ini,
kata Praboeo menyapa Krisina.
Tak lama Prabowo pun menoakan sang anak, agar dia di masa depan bisa menjabat di posisi strategis pemerintahan. Sama posisinya seperti yang diduduki jajaran Penjabat Tinggi MPR, DPR RI yang hadiri di sana.
Sekolah Rakyat merupakan program prioritas nasional yang menyasar anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah yang berada pada Desil 1 hingga 4 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Program sekolah berbasis asrama ini dirancang sebagai strategi pengentasan kemiskinan terpadu dengan mengintegrasikan pendidikan, kesehatan, gizi, dan pemberdayaan sosial ekonomi keluarga.
Menurut Prabowo, anak-anak Indonesia juga harus mendapatkan pendidikan yang baik dengan didukung fasilitas sekolah yang memadai.
"Memberikan makanan bergizi saja kita sadar tidak cukup. Anak-anak kita harus memperoleh pendidikan yang baik," kata Prabowo. (Tka)