MERAHPUTIH.COM — RUSSELL Brand dinyatakan bersalah pada Kamis (5/11) atas pemerkosaan terhadap seorang perempuan dan kekerasan seksual terhadap tiga perempuan lainnya berdasarkan tuduhan yang terjadi bertahun-tahun lalu. Komedian dengan gaya eksentrik ini selama bertahun-tahun membanggakan petualangan seksualnya.
Aktor sekaligus komedian asal Inggris tersebut menghadapi hukuman penjara yang saat vonis dijatuhkan pada Senin. Hakim Joel Bennathan, dikabarkan The Korea Times, mengatakan Brand sebelumnya menghirup udara bebas, tetapi ia langsung ditahan setelah hakim menolak permohonan jaminan untuk menemuinya anak-anaknya karena adanya potensi ia melarikan diri.
"Tentu saja saya melihat kesulitan yang dialami anak-anak. Namun, kesulitan itu disebabkan pelanggaran tindak pidana berat yang dilakukan ayah mereka,” ujar sang hakim.
Dalam persidangan, jaksa Riel Karmy-Jones menyebut Brand ialah seorang predator seksual yang kejam, kalkulatif, dan manipulatif. Pria berusia 51 tahun dan ayah dari tiga anak tersebut membantah tuduhan itu dan memberikan kesaksian bahwa ia memang terobsesi dengan seks saat masih muda dan pernah menjalani kehidupan yang bebas, tetapi tidak pernah memaksa siapa pun untuk melakukan sesuatu di luar keinginan mereka.
Ia terbukti bersalah atas satu dakwaan pemerkosaan dan tiga dakwaan kekerasan seksual. Ia dibebaskan dari dua dakwaan pemerkosaan dan satu dakwaan percobaan penyerangan tidak sopan.
Baca juga:
Brand memejamkan mata saat vonis bersalah atas dakwaan pemerkosaan dibacakan, tetapi tidak menunjukkan emosi lainnya. Ketika permohonan jaminannya ditolak, ia memberi isyarat kepada para pengacaranya bahwa ia baik-baik saja dan berulang kali mengatakan, "Aku baik-baik saja, aku baik-baik saja, aku baik-baik saja.” Setelah itu, ia berlalu pergi.
Juri yang terdiri dari delapan pria dan empat perempuan di Pengadilan Southwark Crown berunding selama lebih dari 8 jam selama dua hari. Setelah putusan dibacakan, polisi mengonfirmasi mereka telah menyerahkan hasil penyelidikan atas dua tuduhan pemerkosaan tambahan terhadap Brand kepada pihak kejaksaan.
Inspektur Detektif Andy Furphy dari Kepolisian Metropolitan London mengatakan vonis tersebut merupakan bukti keberanian luar biasa, ketangguhan, dan keteguhan hati para perempuan yang berani maju dan melaporkan apa yang terjadi pada mereka.
"Brand menggunakan pengaruh, status, dan ketenarannya untuk mengeksploitasi serta melakukan kejahatan seksual terhadap perempuan. Seiring meningkatnya profilnya, rasa berhak yang dimilikinya pun semakin besar,” katanya.
Brand dikenal dengan gaya komedi tunggal (stand-up) yang berani serta perjuangannya melawan obat-obatan dan alkohol. Ia melejit pada awal 2000-an dengan membawakan acara televisi dan program radionya sendiri di BBC. Ia membintangi film-film Hollywood termasuk Forgetting Sarah Marshall dan Get Him to the Greek, serta sempat menikah singkat dengan bintang pop Katy Perry.
Dalam beberapa tahun terakhir, ia menjauh dari media arus utama, pindah ke Florida, dan membangun pengikut daring yang besar dengan video-video yang menggabungkan topik kesehatan (wellness), teori konspirasi, dan diskusi tentang pengabdian agamanya.
Para korban mulai melapor setelah adanya investigasi pada 2023 oleh The Times dan Channel 4 yang menayangkan tuduhan dari para perempuan yang mengaku telah dilecehkan secara seksual dan direndahkan Brand.
Brand terbukti bersalah melakukan kekerasan seksual terhadap seorang perempuan dalam pesta ulang tahun di sebuah bar di London pada 2004, tetapi dibebaskan dari tuduhan pemerkosaan secara oral di kamar mandi. Ia juga dinyatakan bersalah karena mencium dan meraba perempuan lain di sebuah stasiun radio di London pada 2004 atau 2005, serta memperkosa seorang penggemar secara anal di rumahnya setelah bertemu di belakang panggung pada salah satu pertunjukan komedinya pada 2009.
Vonis bersalah terakhir yakni atas kekerasan seksual terhadap perempuan lain yang mengaku sang komedian meminta dipijat dan menekan wajahnya ke selangkangan perempuan tersebut saat perekaman iklan pada 2009. Brand dibebaskan dari tuduhan memerkosa perempuan lain di kamar hotel selama konferensi tahunan Partai Buruh di kota pesisir Bournemouth pada 1999. Ia juga bebas dari tuduhan mencoba melecehkan seorang perempuan dengan menyeretnya ke toilet pria di kantor saluran musik MTV di London.
Nama-nama para korban dugaan kekerasan seksual tidak dipublikasikan karena hukum Inggris melindungi identitas mereka dari media seumur hidup. Jaksa Karmy-Jones menyampaikan kepada juri bahwa perempuan dianggap sebagai komoditas yang bisa dibuang bagi Brand.
Mantan asisten pribadi Brand, Helen Berger, memberikan kesaksian yang memberatkannya dengan mengatakan Brand memiliki nafsu seksual yang tidak masuk akal dan memperlakukan perempuan dengan buruk. Ia mengatakan perilaku buruk Brand dinormalisasi orang-orang di sekitarnya hingga ia akhirnya merasa muak dan mengundurkan diri.
Brand menolak kesaksian mantan teman sekamarnya yang menyebutkan bahwa ia ingin berhubungan seks dengan 5.000 perempian. Namun, ia mengakui telah menggunakan ketenarannya untuk melakukan hubungan seks, yang diakuinya sebagai tindakan yang salah. Ia kemudian memberi tahu juri bahwa kasus pidana ini berdampak merusak pada kehidupan dan keluarganya.
"Seluruh hidup saya telah tersedot oleh peristiwa-peristiwa ini, tuduhan-tuduhan ini, dan sangkaan-sangkaan ini," katanya.
Tim pengacara Brand berargumen bahwa kredibilitas para dugaan korban terganggu oleh fakta bahwa mereka baru melapor ke polisi bertahun-tahun setelah kejadian, dan baru melapor setelah kemunculan tuduhan anonim terhadap Brand dalam dokumenter Channel 4.
Brand bersaksi bahwa teman-teman dan rekan kerjanya di dunia hiburan telah meninggalkannya.
Istrinya, Laura, yang mendampinginya di pengadilan, bersaksi sebagai saksi karakter untuk membelanya, tapi tidak ada orang lain dengan bukti relevan yang bersedia memberikan kesaksian atas namanya.(dwi)
Baca juga:
Kekerasan Seksual Secara Online Makin Meningkat, Platform Digital Bakal makin Diawasi