Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Rusia Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir dan Kilang Minyak di Myanmar

Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 19 Agustus 2026

MerahPutih.com - Moskow dikabarkan mulai melaksanakan kesepakatan untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) berskala kecil di Myanmar.

Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin, Selasa (18/8) dalam pertemuan dengan Presiden Myanmar Min Aung Hlaing menyatakan, proyek tersebut dapat memperluas kerja sama bilateral di bidang-bidang terkait, termasuk penelitian ilmiah dasar dan terapan.

Proyek itu akan menjadi "simbol baru persahabatan Rusia-Myanmar." Di mana, kedua negara menandatangani perjanjian antarpemerintah pada Maret 2025 mengenai kerja sama pembangunan PLTN berskala kecil.

Proyek itu menggunakan teknologi Rusia dan awalnya direncanakan memiliki kapasitas 110 megawatt, dengan kemungkinan perluasan di kemudian hari. Proyek tersebut diharapkan dapat memberikan dorongan baru bagi kerja sama antara kedua negara di luar sektor energi.

Baca juga:

BRIN Perkuat Penguasaan Teknologi Nuklir, Siapkan Indonesia Hadapi Era PLTN

Selain iti, Presiden Rusia Vladimir Putin, mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan Rusia siap berpartisipasi dalam proyek eksplorasi dan produksi hidrokarbon di Myanmar. Kedua negara sedang mempertimbangkan pembangunan bersama pembangkit listrik dan kilang minyak di wilayah selatan Myanmar, seraya menyebut sektor energi sebagai bidang utama kerja sama bilateral.

Terdapat prospek yang baik untuk mengatur ekspor gas alam cair dari Myanmar. Tidak hanya untuk konsumsi dalam negeri, tetapi juga untuk pasokan transit ke negara-negara tetangga,

kata Putin.

Kedua negara sedang mengerjakan beberapa proyek bersama berskala besar dan telah menyepakati serangkaian perjanjian antarpemerintah maupun komersial, dengan kerja sama ekonomi sebagai salah satu prioritas utama.

Moskow dan Naypyidaw juga tengah membahas rencana pembangunan pelabuhan laut dalam di pesisir selatan Myanmar yang mampu menampung kapal-kapal berukuran besar.

Latihan angkatan laut bilateral secara rutin digelar di perairan lepas pantai Myanmar. Kapal-kapal angkatan laut Rusia juga melakukan kunjungan ke pelabuhan di Myanmar,

katanya.
Baca Artikel Asli