Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Risiko Perbankan Membaik, Suku Bunga Kredit Dipastikan Turun

Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 November 2021

MerahPutih.com - Pulihnya kegiatan masyarakat dan dunia usaha setelah dilanda pandemi COVID-19, membuka ruang untuk pemulihan ekonomi masyarakat. Mobilitas masyarakat yang mulai pulih juga dapat mempengaruhi pembukaan kembali berbagai sektor ekonomi serta membuat pertumbuhan kredit kembali meningkat.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, salah satu peluang dari pemulihan ekonomi masyarakat adalah penurunan suku bunga kredit. Terdapat beberapa faktor yang bisa menjadi pemicu penurunan suku bunga kredit tersebut yaitu likuiditas yang sangat longgar dan kebijakan suku bunga BI yang rendah.

>Baca Juga: >Bank DKI Pimpin Kredit Sindikasi Senilai Rp 2 Triliun ke IKPP

Selain itu, faktor lainnya adalah masih adanya perbedaan antara suku bunga kredit dengan suku bunga dana yang masih tinggi serta menurunnya persepsi risiko perbankan.

"Aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang meningkat mendorong perbaikan persepsi risiko perbankan, sehingga berdampak positif bagi penurunan suku bunga kredit baru," kata Perry.

Ia menyakini, peningkatan kegiatan masyarakat itu akan mendorong permintaan kredit dari industri yang berorientasi ekspor maupun domestik, yang nantinya dapat mempengaruhi konsumsi rumah tangga, terutama kelompok menengah atas.

BI mencatat, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) terus mencatat pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 8,87 persen (yoy). Sementara itu, pertumbuhan kredit UMKM meningkat menjadi sebesar 3,04 persen (yoy) seiring dengan perbaikan di sektor riil.

Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai tahun 2022 menjadi momen emas Indonesia untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, sehingga Indonesia diharapkan dapat mengoptimalkan berbagai peluang yang ada.

Uang Rupiah. (Foto: Antara)
Uang Rupiah. (Foto: Antara)

"Walaupun masih ada tantangan terkait COVID-19 dan variannya, namun hal itu dapat dimitigasi,” ungkap Menko Airlangga Hartarto dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (18/11).

Pada tahun 2022 upaya penanganan pandemi yang sistematis dan pelaksanaan program vaksinasi secara konsisten diperkirakan dapat mendorong ekonomi untuk pulih dan tumbuh di kisaran 5,2 persen.

Pemerintah juga tetap memberikan dukungan kepada dunia usaha untuk menjaga proses keberlangsungan usaha selama masa pemulihan, di mana untuk UMKM berbagai program telah diberikan antara lain subsidi bunga, penempatan dana pemerintah pada bank umum mitra untuk mendukung perluasan kredit modal kerja, hingga restrukturisasi kredit UMKM.

Hingga 12 November 2021 total realisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah mencapai Rp 483,91 triliun atau 65 persen dari total pagu anggaran Rp 744,77 triliun. Program PEN, akan dilanjutkan di tahun 2022 untuk mengantisipasi perluasan dampak pandemi di tahun depan dengan anggaran Rp 321,2 triliun.

Alokasi Program PEN di tahun 2022 akan diarahkan untuk mendorong perekonomian melalui empat klaster program, di antaranya kesehatan Rp 77,05 triliun, perlindungan masyarakat Rp 126,54 triliun, program prioritas Rp 90,04 triliun, serta dukungan UMKM dan korporasi Rp 27,48 triliun. (Asp)

Baca Juga:

Menkop UKM Teten Soroti Kredit Perbankan bagi UMKM Baru sebesar 19,8 Persen

Baca Artikel Asli