MerahPutih.com - Sebanyak 2000 jiwa harus mengungsi akibat banjir yang menerjang di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (25/2).
Data BPBD Sukoharjo banjir terjadi di sejumlah Desa/Kelurahan di Kecamatan Nguter, Mojolaban, Grogol, Polokarto, Baki, dan Sukoharjo.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo mengatakan, warga yang harus mengungsi berada di Kecamatan Grogol sebanyak 700 jiwa, Mojolaban sebanyak 1052 jiwa, Polokarto 180 jiwa, Nguter 51 jiwa, dan Baki 106 jiwa.
"Kondisi terkini, banjir sudah mulai surut. Jika hujan tidak turun, Diperkirakan air akan cepat surut sehingga warga bisa kembali ke rumahnya masing-masing," katanya.
Baca juga:
Ia mengatakan dapur umum disiapkan untuk warga yang masih bertahan di pengungsian.
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, sejumlah warga harus mengungsi
BPBD Kabupaten Sukoharjo telah menyalurkan bantuan berupa 30 tenda kecil dan satu tenda besar yang digunakan sebagai dapur umum darurat.
Aparat kepolisian juga bersiaga di lokasi untuk membantu warga yang membutuhkan evakuasi lebih lanjut.
"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih tinggi. Jika ada kondisi darurat, segera laporkan kepada aparat setempat agar bisa ditindaklanjuti dengan cepat," kata AKBP Anggaito.
Kepala Desa Tegalmade Wawan Rubianto mengatakan banjir kali disebabkan karena aliran Bengawan Solo yang keluar. Biasanya, banjir disebabkan karena aliran Kali Samin yang tidak bisa masuk ke Bengawan Solo sehingga meluap.
Kawasan Tegalmade mulai banjir sejak pukul 21.00 WIB. Air paling parah menerjang kawasan di bantaran dengan ketinggian paling tinggi 2 meter.
Sebanyak 85 KK yang terdiri dari 278 orang di Dukuh Kesongo, terpaksa mengungsi ke tempat tetangga atau saudara yang tidak terdampak banjir. (Ismail/Jawa Tengah)