'Return to Silent Hill' Tayang 28 Januari 2026, Teror Kota Berkabut Siap Kembali Menghantui
Selasa, 27 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Teror legendaris dari kota berkabut akan kembali menghantui layar lebar. Film Return to Silent Hill dijadwalkan tayang di bioskop mulai 28 Januari 2026, membawa kembali kutukan dan kengerian khas semesta Silent Hill ke generasi penonton baru.
Film ini menjadi sekuel sekaligus reboot dari Silent Hill (2006). Proyeknya telah digarap cukup lama, dengan proses produksi utama berlangsung sejak April 2023 hingga Februari 2024.
Sinopsis Return to Silent Hill
Return to Silent Hill mengikuti kisah James (Jeremy Irvine), seorang pria yang hidupnya stagnan sejak kehilangan cinta sejatinya, Mary. Hidupnya berubah ketika ia menerima sebuah surat misterius yang seolah dikirim oleh Mary, meski perempuan itu telah lama tiada.
Dorongan emosional tersebut membawanya kembali ke Silent Hill, kota terkutuk yang perlahan berubah menjadi labirin mimpi buruk—penuh kabut, darah, dan rahasia kelam.
Dalam pencariannya, James harus menghadapi makhluk-makhluk mengerikan yang bukan sekadar monster fisik, melainkan manifestasi dari rasa bersalah, trauma, dan luka batin masa lalu. Teror yang dihadirkan tak hanya mengandalkan jumpscare, tetapi menekan psikologis penonton dengan rasa tidak nyaman yang konstan.
Baca juga:
Joko Anwar Hadirkan Trailer Film 'Ghost in Cell', Satir Penjara Berbalut Horor-Komedi
Proyek ini kembali melibatkan Christophe Gans, sutradara yang menggarap Silent Hill (2006). Kembalinya Gans menjadi jaminan bahwa film ini akan tetap setia pada atmosfer horor psikologis yang menjadi ciri khas seri Silent Hill, alih-alih sekadar horor konvensional.
Fakta Menarik Film Return to Silent Hill
1. Terinspirasi Kota Nyata
Kota berkabut Silent Hill terinspirasi dari Centralia, Pennsylvania, kota yang ditinggalkan warganya akibat kebakaran tambang batu bara bawah tanah yang tak kunjung padam hingga kini.
2. Horor Psikologis Jadi Fokus
Film ini menitikberatkan horor psikologis. Monster-monster yang muncul merupakan simbol rasa bersalah dan trauma batin karakter utama, bukan sekadar ancaman fisik.
Baca juga:
Deretan Film Horor Lokal Siap Teror Bioskop Akhir Januari 2026, Catat Jadwalnya!
3. Visual Setia pada Game
Return to Silent Hill berupaya mempertahankan estetika ikonik gimnya, mulai dari kabut tebal, suasana muram, hingga desain makhluk ikonik seperti Dark Nurses.
4. Jejak Sukses Film Pertama
Film Silent Hill (2006) sukses meraup lebih dari 100 juta dolar AS di box office global dan masuk jajaran adaptasi gim tersukses pada masanya.
5. Syuting di Eropa
Proses pengambilan gambar dilakukan di Serbia dan Jerman, yang dipilih untuk menghadirkan nuansa kota kelam dan atmosfer kelabu khas Silent Hill. (Tka)