Resmi Dibuka, Stasiun Jatake Serpong Jadi Simpul Pertemuan 4.000 Penumpang KRL Jabodetabek

Senin, 02 Februari 2026 - Dwi Astarini

MERAHPUTIH.COM - WAJAH transportasi publik di Kabupaten Tangerang bergerak ke fase baru seiring dengan beroperasinya Stasiun Jatake, Serpong. Sejak mulai melayani penumpang pada 28 Januari 2026, stasiun ini mencatat respons positif dari masyarakat yang membutuhkan akses mobilitas harian yang lebih dekat dengan kawasan hunian dan aktivitas mereka.

Vice President of Corporate Communication of KAI Anne Purba menyampaikan, dalam empat hari awal operasional, Stasiun Jatake melayani total 2.809 pelanggan gate in dan 2.207 pelanggan gate out.

“Capaian tersebut menggambarkan tingginya minat masyarakat terhadap kehadiran simpul transportasi baru di wilayah barat Kabupaten Tangerang,” kata Anne di Jakarta, Minggu (1/2).

Perkembangan jumlah pengguna menunjukkan tren yang meningkat dari hari ke hari. Pada 28 Januari, tercatat 281 pelanggan gate in. Angka tersebut bertambah menjadi 713 pelanggan pada 29 Januari, meningkat menjadi 773 pelanggan pada 30 Januari, dan mencapai 1.042 pelanggan gate in pada 31 Januari. Kenaikan ini menunjukkan proses adaptasi yang cepat, seiring masyarakat mulai menjadikan Stasiun Jatake sebagai bagian dari pola perjalanan harian.

Pada periode yang sama, stasiun di sekitar Jatake tetap melayani volume penumpang yang signifikan. Stasiun Cicayur mencatat 9.848 pengguna gate in dan 11.447 pengguna gate out, sedangkan Stasiun Parung Panjang melayani 44 ribu pengguna gate in dan 52.520 pengguna gate out. “Kondisi ini menunjukkan Stasiun Jatake berperan sebagai alternatif akses perjalanan yang melengkapi layanan di koridor tersebut,” jelas Anne.

Baca juga:

Stasiun Jatake Sudah Dibuka, ini Rute Lengkap KRL Tanah Abang–Rangkasbitung


Anne menambahkan kehadiran Stasiun Jatake sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas ekonomi di Kabupaten Tangerang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kawasan ini termasuk wilayah dengan mobilitas komuter yang tinggi, terutama yang terhubung dengan pusat kegiatan Jabodetabek, sehingga membutuhkan jaringan transportasi publik yang mudah dijangkau dan efisien.

Dari sisi fungsi kawasan, Stasiun Jatake menjadi penghubung antara permukiman, pusat kegiatan ekonomi, dan jaringan Commuter Line yang telah berkembang sebelumnya. Kehadiran stasiun ini membantu masyarakat mengatur waktu perjalanan dengan lebih terencana serta memberikan pilihan akses yang lebih dekat dibandingkan stasiun eksisting di sekitarnya.

“Kami melihat Stasiun Jatake mulai membentuk pola pergerakan baru masyarakat. Di masa depan, stasiun ini diharapkan terus tumbuh seiring meningkatnya aktivitas kawasan dan kebiasaan masyarakat menggunakan transportasi publik,” ujar Anne.(knu)

Baca juga:

Stasiun Jatake Resmi Beroperasi, Akses Warga Serpong dan Sekitarnya Kini Jadi Lebih Mudah

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan