MerahPutih.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat aktivitas kegempaan Gunung Agung rata-rata belum terjadi penurunan, sehingga status awas atau level IV Gunung Agung masih diberlakukan.
"Aktivitas kegempaan Gunung Agung belum menurun karena jumlah gempa vulkanik dalam dan gempa vulkanik dangkal rata-rata 700 kali per harinya sejak beberapa waktu lalu hingga saat ini," kata Kasubid Mitigasi Gunung Agung Wilayah Timur dari PVMBG Badan Geologi, Kementerian ESDM Devy Kamil di Karangasem, Bali, Selasa (3/10).
Adanya gempa ini, kata dia, merefleksikan atau mengindikasikan adanya pergerakan magma kepermukaan, sehingga status Gunung Agung saat ini masih dalam status awas atau level IV. "Secara umum berdasarkan data kami belum ada tendensi penurunan aktivitas Gunung Agung," katanya.
Devy mengatakan bahwa gunung yang memiliki ketinggian 3.142 mdpl itu dalam per harinya masih sangat tinggi. Secara visual, kata dia, memang terlihat dari satelit ada perubahan permukaan kawah yang mengalami lubang-lubang tembusan untuk mengeluarkan gas.
"Gas-gas yang keluar menyerupai asap putih ini secara rutin diamati, meskipun dalam kondisi Gunung Agung berkabut, tetap mengeluarkan asap dengan ketinggian rata-rata 200 hingga 500 dipermukaan kawah gunung," katanya.
Ia mengimbau kepada masyatakat yang berada diradius sembilan kilometer serta ditambah perluasan wilayah sektoral yang semula 7,5 kilometer menjadi 12 kilometer ke arah utara, timur laut, tenggara dan selatan-barat daya masuk dalam radius berbahaya.
"Di luar radius ini, masyarakat dapat melakukan aktivitas seperti biasanya dan tidak perlu takut, karena pihaknya terus melakukan monitor 24 jam untuk keamanan masyarakat," katanya. (*)
Sumber: ANTARA