Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Purbaya Rombak Komposisi Beasiswa LPDP 2026 Fokus 80% Bidang Eksakta. Nasib Anak Sosial?

Wisnu Cipto - 2 jam, 48 menit lalu

MerahPutih.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membuat perubahan drastis untuk komposisi bidang studi penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan.

Baca juga:

Publikasi Nama-Nama Alumni Nakal LPDP ke Publik Masih Tahap Wacana

Mulai tahun ini, beasiswa LPDP sebesar 80% akan difokuskan untuk studi IPA atau eksakta, khususnya meliputi bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM).

Mulai tahun 2026, sekitar 80 persen beasiswa akan difokuskan pada bidang STEM dan industri strategis, seperti pangan, energi, kesehatan, digitalisasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), semikonduktor, hilirisasi, maritim, dan manufaktur maju,

kata Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.

Fokus Talenta Industrialisasi, Bidang Sosial Sinergi Bantu Penguatan

Dikutip dari lama resmi Kemenkeu, Jumat (3/7), Purbaya beralasan perubahan fokus penerima beasiswa LPDP itu untuk pengembangan talenta menjadi fondasi utama untuk mendorong industrialisasi nasional.

Meski demikian, Purbaya menegaskan pemerintah juga mengintegrasikan penguatan STEM dengan bidang ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, dan ekonomi (SHARE) agar kemajuan teknologi tetap berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.

Baca juga:

Menkeu Purbaya Blacklist Alumni LPDP Hina NKRI Kerja di Semua Instansi Negara

"Untuk mencapai target tersebut, pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus didukung oleh pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, serta tumbuhnya wirausaha dan perusahaan rintisan berbasis inovasi," imbuh Menkeu.

Kemenkeu Buka Center of Public Finance Reseach

Purbaya menambahkan Kemenkeu juga akan menyediakan Center of Public Finance Reseach. Tujuannya, agar para peneliti bekerja sama dengan unit-unit di lingkungan Kemenkeu untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih akurat, kredibel, dan memberi dampak nyata bagi negara.

Menkeu memastikan pemerintah akan terus bekerja dama dengan perguruan tinggi, lembaga riset, dunia usaha, dan masyarakat untuk merealisasikan Visi Indonesia Emas 2045.

"Pemerintah mengajak perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia industri untuk memperkuat kolaborasi dalam menghasilkan kebijakan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional," tandas Bendahara Negara itu. (*)

Baca Artikel Asli