PSBB Transisi Kembalikan Kemacetan di Jakarta

Rabu, 10 Juni 2020 - Zulfikar Sy

MerahPutih.com - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengklaim pihaknya sudah mengantisipasi lebih dini sebelum terjadi kemacetan selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Jumlah personel kepolisian diperbanyak di titik-titik rawan kemacetan ibu Kota.

"Langkah kita mengurai kemacetan saat ini, kita akan tempatkan polantas di titik-titik rawan khusus pada pagi hari dan petang. Anggota kita tambah dari yang bertugas di bagian administrasi dan pelayanan," ucap dia saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (10/6).

Baca Juga:

Update COVID-19 Rabu (10/6): 34.316 Positif, 12.219 Sembuh

Polisi juga melakukan contra flow khususnya di ruas tol dalam kota. Contra flow diberlakukan oleh pihaknya sejak pagi hari.

Pihaknya masih menunggu keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait diaktifkan kembalinya kebijakan ganjil genap.

Dia menuturkan, evaluasi selalu dilakukan sehingga bisa segera diambil kebijakan yang tepat untuk mengantisipasi kepadatan yang ada di Jakarta.

"Contra flow di tol sudah kita lakukan. Contohnya contra flow di Antasari kita buka lebih pagi," katanya.

Sejumlah kendaraan berhenti saat lampu merah di dekat kawasan aturan ganjil-genap, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Sabtu (6/6/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Sejumlah kendaraan berhenti saat lampu merah di dekat kawasan aturan ganjil-genap, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Sabtu (6/6/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakkan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar menambahkan, ada beberapa cara mengurai kemacetan tanpa harus mengandalkan gage di Jakarta.

Selain contra flow, cara yang cukup ampuh yaitu pengalihan arus lalu lintas atau buka tutup jalan.

"Langkah kepolisian menangani kemacetan tanpa gage tentunya situasional. Biasanya dilakukan dengan rekayasa arus lalin misalkan buka tutup dan alih arus," kata Fahri

Data yang ia miliki, memang terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang melintas di jalanan ibu kota sekitar 94,5 persen pada Senin (8/6).

Baca Juga:

Kebijakan Menhub Hapus 50 Persen Ketentuan Penumpang di Transoportasi Umum Keliru

Fahri merinci, sebanyak 36.459 kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman dari Ratu Plaza mengarah ke Sarinah.

Pada Senin (1/6) lalu saat PSBB Jakarta masih berlaku, tercatat 18.744 kendaraan melintas di depan Ratu Plaza arah Sarinah.

Jumlah kendaraan yang melintas di Jalan MH Thamrin dari Sarinah mengarah ke Ratu Plaza pada Senin (8/6) meningkat 102,1 persen dibanding pekan sebelumnya.

Pada 8 Juni, tercatat 16.663 kendaraan melintas dari Sarinah ke Ratu Plaza. "Sedangkan pada 1 Juni 2020, tercatat 8.246 kendaraan melintas di depan Sarinah arah Ratu Plaza," tutup Fahri. (Knu)

Baca Juga:

Reisa Broto Asmoro Jadi Anggota Komunikasi Penanganan COVID-19, Begini Komentar Pengamat

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan