Merahputih.com - Brasil vs Skotlandia siap meramaikan Grup C Piala Dunia 2026 dan menjadi panggung pembuktian bagi kedua negara demi menyegel tiket fase gugur.
Skotlandia saat ini mengantongi modal tiga poin setelah menang 1-0 atas Haiti serta takluk 0-1 dari Maroko.
Baca juga:
Armada Steve Clarke hanya membutuhkan tambahan satu poin guna mengukir sejarah lolos ke babak 32 besar untuk pertama kali.
Namun, sejarah mencatat Tartan Army belum pernah sekalipun menang melawan tim asal Amerika Selatan sepanjang keikutsertaan turnamen internasional.
Ambisi Rekor Gol dan Skuad Gaek Selecao
Tim Samba saat ini memimpin klasemen Grup C bermodal keunggulan selisih gol setelah melumat Haiti tiga gol tanpa balas.
Kemenangan tersebut membawa Brasil melewati pencapaian Jerman sebagai tim paling produktif sepanjang sejarah kompetisi lewat koleksi 241 gol.

Pelatih Carlo Ancelotti tampaknya lebih memercayai kombinasi pemain berpengalaman guna mengamankan poin penuh.
Data statistik performa kedua tim menjelang laga penentu:
-
Rata-rata Usia Skuad: Starting XI Brasil kontra Haiti mencatat usia 30 tahun 190 hari, tertua sejak final edisi 1962.
-
Duo Menolak Tua: Rayan (19 tahun 320 hari) dan Endrick (19 tahun 333 hari) menjadi pemain termuda Selecao sejak era Pele tahun 1958.
-
Ketajaman Vinicius Junior: Terlibat aktif dalam 6 gol dari 5 penampilan terakhir bersama tim nasional (3 gol, 3 assist).
-
Rekor Pertemuan Sejarah: Brasil belum terkalahkan dari Skotlandia dalam empat duel kompetisi resmi (3 menang, 1 imbang).
-
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa: Gelandang Skotlandia Lewis Ferguson memimpin statistik internal lewat 8 tekel, 4 intersep, dan 20 kemenangan duel.
Kembalinya Sang Mentor dan Kartu As Tartan Army
Kabar pulihnya Neymar membawa angin segar bagi lini serang Selecao pasca-cedera parah menimpa Raphinha.
Kehadiran bintang Santos tersebut membangkitkan memori manis 15 tahun silam saat mencetak dua gol kemenangan kontra Skotlandia.
Pengalaman matang mantan pemain Barcelona ini sangat dibutuhkan guna membimbing barisan penyerang muda.
Sektor lawan menaruh harapan besar pada sosok winger cepat Ben Gannon-Doak untuk membongkar pertahanan ketat Brasil.
Steve Clarke mendapat desakan hebat dari pendukung setia guna menurunkan pemain muda berbakat tersebut sejak menit awal.

Sayangnya, persiapan Skotlandia sedikit terganggu akibat kondisi kebugaran Scott McKenna, Aaron Hickey, dan Lewis Ferguson masih meragukan.
Simulasi superkomputer Opta menempatkan Brasil sebagai unggulan utama lewat persentase kemenangan mencapai 68,1 persen.
Sementara peluang Skotlandia menciptakan kejutan bersejarah hanya berada pada angka 12,9 persen, dengan kemungkinan hasil imbang sebesar 19 persen.
Prakiraan Pemain
Skotlandia (4-5-1)
- Kiper: Angus Gunn (1)
- Bek: N. Patterson (22), J. Hendry (13), G. Hanley (5), A. Robertson (3)
- Gelandang: B. Gannon-Doak (17), R. Christie (11), L. Ferguson (19), S. McTominay (4), J. McGinn (7)
- Penyerang: Ché Adams (10)
Brasil (4-3-3)
- Kiper: Alisson Becker (1)
- Bek: Danilo (13), Marquinhos (4), Gabriel Magalhães (3), Douglas Santos (16)
- Gelandang: Bruno Guimarães (8), Casemiro (5), Lucas Paquetá (20)
- Penyerang: Rayan (26), Matheus Cunha (9), Vinícius Júnior (7)