Merahputih.com - Mencari prediksi Aston Villa vs Arsenal yang akan bertanding Senin (31/8) dini hari WIB? Pertandingan Liga Inggris ini akan menjadi ujian mental yang kejam bagi skuad Unai Emery setelah hancur lebur di pekan pembuka, sementara Arsenal datang membawa arogansi positif sang juara bertahan.
Laga panas di Villa Park ini dipastikan berjalan alot karena tuan rumah selalu punya tuah ajaib saat menyambut tim raksasa.
Baca juga:
Pekan pertama jadwal Liga Inggris musim ini ibarat bumi dan langit bagi kedua belah pihak. The Gunners asuhan Mikel Arteta dengan santai mencukur Coventry 3-0, mengirim pesan jelas bahwa mereka masih berstatus 'raja terakhir' di liga ini.
Berbanding terbalik, Aston Villa justru babak belur digilas Brighton empat gol tanpa balas, diperparah oleh kartu merah konyol debutan João Gomes di babak pertama yang mengirim mereka langsung nyungsep ke dasar klasemen.
Eksodus Bintang dan Kutukan Unai Emery

Hasil memalukan Villa sebenarnya agak masuk akal kalau kita membedah kondisi ruang ganti mereka. Bayangkan saja, enam pemain pilar yang sukses membawa Aston Villa menjuarai Liga Europa tiga bulan lalu seperti Ollie Watkins, Emi Martínez, Youri Tielemans, hingga Ezri Konsa hilang dari starting eleven karena sudah atau akan segera hengkang.
Inilah ironi dari tangan dingin Unai Emery. Ia ahli memoles pemain medioker jadi bintang, tapi ujung-ujungnya tulang punggung timnya malah dibajak klub elit.
Eksodus ini sepertinya menjawab kenapa manajer sehebat Emery selalu keteteran di awal musim. Tercatat, ia kalah di 50 persen laga bulan Agustus sepanjang kariernya di Inggris.
Momen Spesial Mikel Arteta di Tengah Skuad Mewah

Di kubu seberang, lawatan ke Villa Park bukan sekadar laga biasa. Pertandingan ini akan menjadi laga ke-250 Mikel Arteta di Premier League, menjadikannya manajer ke-10 yang mencapai tonggak sejarah tersebut bersama satu klub.
Catatan statistik Opta, hanya Pep Guardiola (70,8%), Sir Alex Ferguson (65,2%), dan Jürgen Klopp (62,6%) yang memiliki rasio kemenangan lebih tinggi di 250 laga pertamanya dibandingkan rekor 60,2% milik Mikel Arteta saat ini.
Meski lini belakang mereka agak pincang karena cederanya Jurriën Timber dan William Saliba, Arsenal tetap terlihat superior.
Rekrutan anyar Christos Tzolis langsung nyetel, Martin Ødegaard kembali ke performa puncaknya, dan mereka bahkan belum menurunkan senjata baru seperti Bruno Guimarães serta mantan bek Villa, Ezri Konsa.
Hati-hati Tuah Villa Park
Meski di atas kertas Arsenal menang segalanya, sejarah mencatat bahwa Villa Park adalah kuburan bagi tim juara.
Aston Villa punya kebiasaan unik: mereka selalu tampil kesetanan saat menjamu sang juara bertahan.
Dalam tiga musim terakhir secara berturut-turut, mereka sukses menumbangkan Manchester City (dua kali) dan Liverpool di kandang.
Belum lagi fakta bahwa musim lalu, Villa sukses menaklukkan Arsenal di stadion yang sama. Arteta jelas tidak akan menganggap remeh pertandingan ini.
Head to Head & Prediksi Aston Villa vs Arsenal
Untuk memudahkan analisis, berikut adalah rangkuman data pertemuan dan prediksi superkomputer yang wajib Anda perhatikan.
Catatan Pertemuan (H2H) di Villa Park:
-
Sejak kembali ke Premier League pada 2019, Aston Villa sukses menang 4 kali dari 7 laga kandang melawan Arsenal.
-
Namun, Arsenal memegang rekor 15 kemenangan tandang di Villa Park, jumlah kemenangan away terbanyak Arsenal di satu stadion sepanjang sejarah Premier League.
Persentase Prediksi (Berdasarkan Superkomputer Opta):
data-path-to-node="31">Baca juga:
Masa Depan Rafael Leao Masih Abu-abu, Pilih Aston Villa atau Galatasaray?
Prediksi Susunan Pemain (Starting XI)
Aston Villa (Pelatih: Unai Emery):
-
Kiper: Zion Suzuki
-
Bek: Aaron Wan-Bissaka, Victor Lindelöf, Pau Torres, Ian Maatsen
-
Gelandang: Boubacar Kamara, John McGinn, Ross Barkley, Matty Cash
-
Penyerang: Alejandro Garnacho, Emiliano Buendia
Arsenal (Pelatih: Mikel Arteta):
-
Kiper: David Raya
-
Bek: Ben White, Christhian Mosquera, Gabriel Magalhães, Riccardo Calafiori
-
Gelandang: Declan Rice, Myles Lewis-Skelly, Martin Ødegaard
-
Penyerang: Bukayo Saka, Christos Tzolis, Kai Havertz