Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Prakiraan Cuaca Ekstrem Periode 29 Juni-2 Juli 2026, Angin Kencang Siap Landa Jawa Barat Hingga Papua Selatan

Angga Yudha Pratama - Minggu, 28 Juni 2026

Merahputih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat serta angin kencang periode 29 Juni hingga 2 Juli 2026.

Pergolakan kondisi atmosfer dalam negeri memicu pertumbuhan awan hujan secara masif di puluhan provinsi.

Baca juga:

Prakiraan Cuaca Jakarta 26 Juni 2026: BMKG Prediksi Cerah Berawan Seharian

Dalam keterangan resminya, BMKG mengimbau masyarakat harus tetap mencermati perkembangan cuaca dalam sepekan ke depan.

"Mengingat kondisi atmosfer di Indonesia sangat dinamis,”

tulis BMKG.

Peta Sebaran Wilayah Potensi Hujan Sedang dan Angin Kencang

Peningkatan intensitas curah hujan berpotensi menimbulkan berbagai dampak turunan, mulai dari berkurangnya jarak pandang hingga gangguan kelancaran sektor transportasi.

Pemetaan wilayah rawan menjadi poin krusial guna meminimalisir risiko kerugian materiil maupun korban jiwa.

Ilustrasi

Data lengkap pembagian wilayah potensi kejadian cuaca ekstrem menurut rilis resmi BMKG:

  • Kategori Siaga (Hujan Lebat - Sangat Lebat): Nihil.

  • Potensi Angin Kencang: Jawa Barat, Maluku, Papua Selatan.

  • Potensi Hujan Intensitas Sedang (Pulau Sumatra): Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu.

  • Potensi Hujan Intensitas Sedang (Pulau Kalimantan): Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.

  • Potensi Hujan Intensitas Sedang (Pulau Sulawesi): Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara.

  • Potensi Hujan Intensitas Sedang (Maluku & Papua): Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua.

Panduan Keselamatan Menghadapi Anomali Cuaca

Dua kondisi berbeda menuntut langkah antisipasi tepat dari masyarakat berdasarkan karakteristik cuaca wilayah masing-masing.

Warga area kemarau wajib menjaga kecukupan cairan tubuh guna menghindari dehidrasi akibat terik siang hari, serta menggunakan tabir surya saat mobilisasi luar ruang.

Baca juga:

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Wilayah Jakarta Diguyur Hujan Ringan Kamis, 25 Juni 2026 Pagi dan Sore Hari

Sebaliknya, penduduk daerah rawan genangan, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang harus melipatgandakan kewaspadaan.

BMKG melarang keras tindakan berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh saat hujan badai berkecamuk. Pembatasan aktivitas di ruang terbuka menjadi pilihan paling bijak demi menghindari fatalitas sambaran petir.

Baca Artikel Asli