Prabowo Tegaskan Tak Boleh Sepeser pun Uang Rakyat Dicuri, Perintahkan Kejagung 'Sikat' 5 Juta Hektare Sawit Ilegal di 2026

Kamis, 08 Januari 2026 - Angga Yudha Pratama

Merahputih.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas mafia lahan dan korupsi sektor sumber daya alam.

Saat menghadiri panen raya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1), Presiden mengungkapkan rencana Kejaksaan Agung untuk menyita tambahan 4 hingga 5 juta hektare lahan sawit bermasalah pada tahun ini.

Langkah tegas ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan pemerintah mengamankan 4 juta hektare lahan sawit ilegal sebelumnya.

Baca juga:

Prabowo Ingin Anak Petani Jadi Jenderal, Gak Cuma Jago Cangkul di Sawah

"Yang melanggar hukum sudah kita sita. Tahun 2026, kita akan sita tambahan 4 sampai 5 juta hektare lagi," tegas Prabowo di hadapan para petani.

Selain sektor perkebunan, Presiden menyoroti keberhasilan penindakan terhadap ratusan tambang ilegal yang telah menyelamatkan uang negara hingga ratusan triliun rupiah.

Ia menegaskan bahwa Kabinet Merah Putih tidak akan memberi ruang bagi "pengusaha nakal" yang mencoba menyuap aparat untuk menguasai kawasan hutan secara ilegal.

Baca juga:

Prabowo Siap Sikat Habis Tambang Ilegal, Tegaskan Uang Rakyat Tak Boleh Hilang 1 Persen Pun

"Banyak yang bocor, terus kita kejar. Uang rakyat harus benar-benar dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia. Tidak boleh sepeser pun tidak sampai ke rakyat," imbuhnya.

Presiden juga mengingatkan Satuan Tugas Peningkatan Tata Kelola Industri Kelapa Sawit dan Optimalisasi Penerimaan Negara (Satgas PKH) untuk menjaga integritas dan menolak segala bentuk lobi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menurutnya, praktik ilegal ini telah lama berlangsung karena adanya anggapan bahwa pejabat negara bisa dibeli.

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan