MerahPutih.com - Pengamat politik Ray Rangkuti menilai pernyataan pasangan Prabowo-Sandi yang menolak hasil perhitungan suara pilpres sangat disayangkan. Ray menganggap, hal itu menunjukan sikap mendua.
"Di satu segi, mereka menyatakan menolak hasil saat yang sama terus mengikuti proses perhitungan suara di KPU. Saksi mereka tetap dibiarkan ikut prosesnya tapi hasilnya sudah dinyatakan akan ditolak. Jadi, aneh hasil perhitungan ditolak tapi saksi tetap dibiarkan ikut tahapan," kata Ray kepada Merahputih.com di Jakarta, Rabu (15/5).
Direktur Lingkar Madani Indonesia ini menambahkan, sejauh ini, belum terdengar protes yang keras dari saksi pasangan Prabowo-Sandiaga atas proses perhitungan suara bahkan di hampir setiap tahapan.
"Entah di TPS, PPK dan kini di KPU Nasional, sama sekali tidak terdengar protes massif dari saksi-saksi pasangan Prabowo-Sandiaga, apalagi melaporkan temuan itu kepada Bawaslu," jelas Ray.
Seturut itu, pihak Bawaslu juga belum pernah memerintahkan misalnya melakukan perhitungan suara ulang dalam jumlah yang massif.
"Artinya baik temuan dari saksi pasangan Prabowo-Sandiaga atau temuan dari Bawaslu, klaim kecurangan atau pelanggaran TSM itu belum terbukti;" ungkap Ray.
Tentu saja jika yang disebut pelanggaran berhubungan dengan perhitungan suara. Tapi jika ditarik ke seluruh tahapan pelaksanaan pilpres, maka jumlah pelanggaran itu terkadang kurang relevan. Sebab, pelanggara pada tahapan tertentu, sejatinya diselesaikan pada tahapan itu. Akumulasi pelanggaran yang bersifat TSM hanya dapat ditentukan oleh Mahkamah Konstitusi.
Ray menilai, uniknya ketidakpercayaan pada hasil pemilu hanya yang berhubungan dengan pilpres. Pada hasil pileg, tidak terdengar sama sekali protes dan dugaan adanya kecurangan apalagi bersifat TSM. Tentu saja ini agak mengherankan. Padahal, penyelenggara pemilunya sama, dilakukan pada hari yang sama, dan dengan metode yang juga hampir sama.
"Lalu, bagaimana penyelenggaran yang sama, di hari yang sama, dengan metode yang hampir sama tapi menghasilkan hasil yang berbeda. Satunya penuh kecurangan, yang lainnya demokratis," terang Ray.
Semua fakta-fakta ini menunjukan bahwa pernyataan tidak mengakui hasil pilpres sesuatu yang terburu-buru dan tanpa kejelasan sikap.
"Dan karenanya, ia sama sekali tidak berpengaruh pada hasil selain hanya menambah bunyi riuh tapi tanpa penyelesaian. Ramai digaungkan adanya kecurangan, tapi saksi mereka bahkan tidak melakukan protes," pungkas Ray. (Knu)