Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Potensi Karhutla Sampai Akhir September, BMKG: Harus Waspada

Noer Ardiansjah - Sabtu, 23 September 2017

MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di Sumatera Selatan untuk meningkatkan kewaspadaan pada ancaman kebakaran sampai akhir September.

Kepala Seksi Informasi BMKG Sultan Mahmud Badaruddin II Agus Susanto mengatakan, peringatan ini berkaitan perkiraan bahwa musim penghujan baru akan tiba di awal Oktober untuk beberapa kabupaten. Sementara itu, secara keseluruhan akan terjadi di Sumsel diperkirakan pada pertengahan Oktober.

"Sepuluh hari terakhir ini harus benar-benar waspada, karena beberapa lokasi bisa tidak ada hujan lebih dari dua hari. Jika pun hujan, maka intensitasnya sangat rendah sekali yakni kurang dari 50 mm," kata Agus di Palembang, Jumat (22/9).

Berdasarkan kondisi tersebut, sebagian besar kabupaten di Sumsel masih rawan mengalami kejadian karhutla (zona merah), apalagi dalam dua hari terakhir awan demikian cerah yang menunjukkan bawah lapisan awan berisi air hujan masih sangat sedikit.

BMKG memperkirakan musim hujan akan diawali Sumatera Selatan sebelah barat yakni Musi Rawas Utara dan Banyuasin. Kemudian secara keseluruhan akan terjadi di November dengan intensitas di atas 50 mm.

Sementara itu, berdasarkan perkiraan BMKG ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan menambah jadwal patroli. Jika sebelumnya hanya dua kali, kali ini ditambah sehingga menjadi empat kali yakni pagi, siang, sore dan malam.

Kepala BPBD Sumsel Iriansyah mengatakan, patroli di malam hari ini sangat dibutuhkan karena beberapa kasus didapati ada warga yang sengaja membakar hutan di sore hari untuk mengelabui petugas.

"Tim Satgas Karhutla membutuhkan data akurat di lapangan sehingga harus dikroscek dengan patroli. Terkadang data dari Satelit LAPAN tekait titik api (hotspot) tidak bersesuaian dengan kenyataan di lapangan," kata Iriansyah. (*)

Sumber: ANTARA

Baca Artikel Asli