MerahPutih.com - Polisi menyelidiki insiden mati listrik di sebagian Sumatra padam selama berjam-jam karena gangguan sistem yang disebut berawal dari Jambi.
Tim Direktorat Tipidter Bareskrim Polri menerjunkan tim ke titik putus sambungan Sutet 175-176 Desa Tempino, Mestong, Muara Jambi.
“Polisi menyelidiki penyebab black out yang terjadi di beberapa wilayah Sumatra," ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen, Mohammad Irhamni kepada wartawan, Minggu (24/5).
Baca juga:
Pemadaman Listrik Massal Landa Sumatra, PLN Ungkap Penyebabnya
Bareskrim Polri dan PLN Tinjau Lokasi Pemadaman Listrik di Sumatra
Tim Direktorat Tipidter Bareskrim Polri didampingi oleh Puslabfor Bareskrim Polri dan PLN melakukan pengecekan ke lokasi pada Minggu (24/5). Lalu, barang bukti konduktor yang putus dibawa ke Puslabfor Bareskrim.
"Barang bukti berupa konduktor yang putus dibawa ke Puslabfor Bareskrim dan Litbang PLN untuk diperiksa lebih lanjut," ucapnya.
Irhamni menyebutkan, sejauh ini belum ditemukan indikasi kesengajaan terkait masalah listrik.
"Sejauh ini belum ditemukan indikasi kesengajaan manusia dalam putusnya konduktor itu," ucapnya.
Diketahui, listrik di Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara, dan Aceh padam sejak Jumat (22/5) sore. Padamnya listrik karena ada kerusakan transmisi yang berada di wilayah Jambi.
Baca juga:
Kementerian ESDM dan PLN Investigasi Mati Lampu Massal di Sumatra, 13,1 Juta Pelanggan Terdampak
Penyebab Gangguan Listrik di Sumatra Berawal dari Jambi
Dirut PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, indikasi awal gangguan kelistrikan massal di Sumatra dipicu gangguan cuaca pada ruas transmisi 275 KV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi.
Gangguan itu membuat sistem transmisi keluar dari sistem kelistrikan Sumatera. Hal tersebut menyebabkan beberapa wilayah mengalami kelebihan pasokan listrik atau oversupply karena beban hilang secara tiba-tiba.
Kondisi itu membuat frekuensi dan tegangan listrik naik sehingga pembangkit otomatis keluar dari sistem atau padam. (knu)