Merahputih.com – Pengamat Intelijen dan Terorisme, Stanislaus Riyanta menilai, pengeboman di Polrestabes Medan dilakukan oleh jaringan teroris yang terorganisir.
Menurut Stanislaus, ada dugaan bahwa para pelaku berasal dari kelompok jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan jaringan teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
Dan serangan yang berlangsung di Mapolresta Medan itu, Stanislaus menduga adalah motif balas dendam lantaran pimpinan besar mereka itu tewas.
Baca Juga
Ledakan Diduga Bom Bunuh Diri Terjadi di Mapolrestabes Medan
“Dugaan kuat ini adalah aksi balasan pasca kematian Baghdadi. Kelompok teroris di Indonesia paling kuat saat ini adalah JAD dan mereka berafiliasi dengan ISIS,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (13/11).
Stanislaus mensinyalir polisi diserang lantaran dianggap sebagai thogut. “JAD menganggap polisi adalah thogut,” terangnya.
Stanislaus mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak menyebarluaskan foto maupun video korban serangan terorisme bom bunuh diri di kawasan Polresta Medan hari ini.
Ia mensinyalir justru jika foto-foto aksi serangan teror bom tersebut disebar, maka target lain dari kelompok teroris yang bersangkutan telah terpenuhi yakni memberikan atensi ketakutan bagi masyarakat khususnya aparat kepolisian.
“Sebaiknya tidak perlu disebarkan lagi karena justru akan menyukseskan kelompok teroris untuk menakut-nakuti masyarakat,” kata peserta program Doktoral Kajian Ilmu Intelijen UI ini.
Baca Juga
Densus 88 Antiteror Polri Olah TKP Ledakan Mapolrestabes Medan
Perlu diketahui, pada pagi hari pukul 08.45 WIB, dua orang pria mengenakan jaket ojek online sambil menggendong ransel hitam masuk ke kawasan Mapolresta Medan.
Saat berada di sekitar kawasan kantin, di situlah ledakan keras terjadi dan membuat dua orang pelaku martir tewas di tempat. Salah satunya tampak tersungkur ke tanah di samping kendaraan truk Polisi dalam kondisi pinggang hancur.
Serangan bom ini masih terus didalami oleh tim Jihandak untuk menemukan motif utama serta para pelaku berafiliasi dengan jaringan teroris mana. (Knu)