MerahPutih.com - Polda Metro Jaya menargetkan setidaknya akan ada 100 kamera E-TLE tambahan terpasang di berbagai sudut jalanan di Jakarta.
Tilang elektronik diterapkan agar membuat pengguna jalan di Jakarta lebih disiplin.
Termasuk mengurangi interaksi petugas dengan pengendara, agar tidak ada lagi sebutan oknum polisi nakal.
Baca Juga:
Tilang Elektronik Bakal Diperluas, Cegah Potensi Penyimpangan
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo belum mengungkapkan di mana saja kamera E-TLE tambahan tersebut akan dipasang. Dia hanya menyebut kamera-kamera tersebut akan dipasang di lokasi yang ramai arus lalu lintas.
Termasuk ruas jalan tol untuk menjerat pengguna kendaraan yang kerap melebihi batas kecepatan.
"Penambahan kamera akan ada di tol ruas jalan dalam kota, Priuk semua tol di Jakarta dan tol-tol yang padat pasti kita pasang," ujar Sambodo kepada wartawan, Jumat (5/2).
Sambodo menegaskan, kamera-kamera E-TLE baru tersebut bakal lebih canggih.
Kamera tilang elektronik tersebut akan mampu menangkap beberapa jenis pelanggaran baru, semisal pemotor tak pakai helm, pemotor bonceng tiga, sampai penggunaan pelat nomor palsu.
Khusus di wilayah DKI Jakarta, tilang elektronik sejatinya sudah diberlakukan sejak Februari tahun 2020.
Baca Juga:
Datangi Mahkamah Agung, Kapolri Pastikan Perlahan Hilangkan Tilang di Jalanan
Saat ini sudah terdapat 45 kamera yang tersebar di beberapa lokasi.
Berikut titik lokasi tambahan 45 kamera E-TLE:
A. Jalur Kota Tua-Gajah Mada-MH Thamrin-Sudirman-Blok M-Senayan.
Titik penempatan kamera sebanyak 18 kamera meliputi:
1. Simpang Kota Tua: 1 kamera.
2. Simpang Ketapang: 2 kamera.
3. Simpang Harmoni (depan Bank BTN): 4 kamera.
4. Simpang Istana Negara: 1 kamera.
5. Simpang Kebon Sirih: 2 kamera.
6. Simpang Bundaran HI: 1 kamera.
7. Simpang Bundaran Senayan (dari arah Blok M): 1 kamera.
8. Simpang CSW: 4 kamera.
9. Depan Plasa Senayan 2 Arah: 2 kamera.
B. Jalur Grogol-Pancoran.
Titik penempatan kamera terdapat 8 Titik meliputi:
1. Simpang Pancoran: 2 kamera.
2. Simpang Slipi S. Parman ke Gatsu: 1 kamera.
3. Simpang Tomang: 1 kamera.
4. Simpang Grogol arah Daan Mogot ke Kyai Tapa: 1 kamera.
5. Depan Hotel Fourseasons: 1 kamera.
6. Depan DPR-MPR Pintu utama: 1 kamera.
7. Depan All Fresh Pancoran: 1 kamera.
C. Jalur Halim-Cempaka Putih.
Titik penempatan kamera sebanyak 8 buah, meliputi;
1. Simpang Halim Lama: 1 kamera.
2. Simpang Rawamangun: 1 kamera.
3. Simpang Pramuka: 2 kamera.
4. Simpang Cempaka Putih: 2 kamera.
D. Rasuna Said, Gunung Sahari dan Prof Dr. Satrio.
Titik penempatan kamera sebanyak 11 tempat, meliputi:
1. Depan Halte Timah (dua arah): 2 Kamera.
2. Depan Halte Setiabudi (dua arah): 2 kamera.
3. Simpang HOS Cokroaminoto Imam Bonjol: 2 kamera.
4. Simpang Tugu Tani dari arah Senen: 1 kamera.
5. Depan Puskurbuk Kemendikbud: 2 kamera.
6. Depan BNI 46 Gunung Sahari: 2 kamera. (Knu)
Baca Juga: