Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab keluar dari ruang pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrmum) Polda Jawa Barat setelah 5,5 jam diperiksa. Rizieq yang datang membawa pendukungnya tiba pukul 09.30 WIB dan keluar ruangan di Ditreskrimum Polda Jabar pukul 15.30 WIB.
"Tadi sudah tuntas diperiksa dengan 22 pertanyaan selama enam jam dari jam 9.30 sampai jam 16.00 tadi dan hasilnya adalah yang bersangkutan dipersangkakan pasal 30 dan pasal 154 tentang penodaan lambang negara," kata Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Anton Charliyan seperti dikutip Antara News di Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (12/1).
Polda Jawa Barat akan segera melakukan gelar perkara terhadap mengenai dugaan kasus penodaan lambang negara.
Menurutnya, pimpinan ormas FPI tersebut tidak mengakui telah melakukan tindakan penodaan lambang negara serta video yang menjadi barang bukti atas kasus tersebut telah diedit.
"Jadi ada pun dari hasil pemeriksaan tersebut, yang bersangkutan tidak mengakui bahwa itu bukan perkataannya, bisa saja gambar tersebut diedit," ungkapnya.
Sementara Rizieq mengatakan, tesisnya yang berjudul 'Pengaruh Pancasila Terhadap Syari'at Islam di Indonesia', di Universitas Malaya berisi kritikan terhadap usulan dari Sukarno. Dia membantah tesis itu melakukan penghinaan terhadap Pancasila sebagai dasar negara.
"Di salah satu babnya berjudul sejarah Pancasila. Di situ saya melakukan kritik kepada kelompok-kelompok yang mengatakan Pancasila itu lahir 1 juni 1945. Saya memperkuat pendapat bahwa Pancasila itu lahir sebagai konsensus nasional pada tanggal 22 Juni 1945. Tapi tidak kita pungkiri bahwa pada tanggal 1 juni 1945, Sukarno mengusulkan nama Pancasila sebagai dasar negara," katanya didampingi tim kuasa hukumnya.
Usai pemeriksaan, massa pendukung Rizieq dan yang kontra sempat terlibat bentrok. Polisi yang mengamankan jalannya pemeriksaan berusaha menghalau massa yang bertikai ke perempatan Gedebage. Namun, kedua massa sempat saling melemparkan benda keras, seperti kayu, botol plastik, dan batu ke arah lawan masing-masing. Belum diketahui apa pemicu bentrokan tersebut.