PLBSI Perkenalkan Liong dan Barongsai ke Berbagai Daerah
Rabu, 27 Januari 2016 -
MerahPutih Budaya - Sebelum pengakuan pemerintah seperti saat ini, Persatuan Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia (PLBSI) memperkenalkan kebudayaan asli Tionghoa ini secara tidak terbuka. Meski barongsai dan liong pada masa Orde Baru dibatasi, PLBSI tak patah semangat memperkenalkan barongsai dan liong ke daerah-daerah agar dikenal oleh warga di luar Tionghoa.
PLBSI mulai memperkenalkan liong dan barongsai pada 1991 dengan menggelar pertunjukan di Bandung, Jawa Barat.
"Saat itu, kami menggelar pertunjukkan untuk pertama kalinya di Kota Bandung. Saya melihat antusias masyarakat saat itu sangat berkesan dan menyukai setiap permainan liong dan barongsai," tutur Ketua Umum PLBSI Nurdin Purnomo saat ditemui merahputih.com di kantor PLBSI, Jalan KH Hasyim Ashari, Nomor 33B, Jakarta Pusat, Rabu (20/1).
Saat itu, kegiatan pertunjukkan liong dan barongsai di Indonesia dilarang dan dicekal oleh masa pemerintahan Orde Baru. Terkadang, Nurdin menampilkan pertunjukkan di ruang tertutup dan hanya dihadiri oleh kalangan warga Tionghoa saja.
"Saya sempat berfikir kenapa olahraga ini saat itu dicekal pemerintah ya saya juga bingung. Mestinya, olahraga ini terus dikembangkan dan menjadi bagian budaya di Indonesia," terang Nurdin.
Pada tahun 1996, Nurdin mulai menggelar kembali pertunjukkan liong dan barongsai di OC ATF Surabaya, Jawa Timur. Lokasi aksi liong dan barongsai dipadati oleh warga Surabaya yang ingin melihat atraksi itu lebih dekat.
"Waktu event di Surabaya, warga yang hadir untuk menonton pertunjukkan jauh lebih banyak lagi ketimbang acara sebelumnya dan kami sangat senang," tuturnya.
Memasuki reformasi, kegiatan olahraga liong dan barongsai dapat kembali beraktivitas seperti biasanya. Pada 1999, pementasan liong dan barongsai di selenggarakan di beberapa wilayah yaitu di International Convention Centre Bandung, Jawa Barat, GOR Surabaya, Jawa Timur, serta di Ancol, Jakarta Utara
Tahun 2000 menjadi tonggak penting bagi PLBSI. PLBSI berpartisipasi dalam penyelenggaraan "Indonesia Berdoa" yang diprakasai oleh President RI keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, di Istora Senayan. Saat itu, PLBSI menampilkan seratus tim liong dan barongsai.
Kemudian, pada tahun 24 September 2000, Nurdin bersama dengan 13 pendiri di antaranya Ripka Widjaja, Tjiong Wa Kie (Keket), Kam Hok An (Oscar), Kermoyan W, Ronald Sjarif, mendeklarasikan PLBSI. (abi)
BACA JUGA: