MerahPutih.com - Piala Dunia 2026 tidak hanya hiburan bagi bek Persebaya Surabaya, Arief Catur Pamungkas. Gelaran pesta sepak bola dunia jadi ajang belajar sang pemain.
Selain mengikuti perjalanan tim favoritnya, Catur juga memperhatikan sejumlah pemain yang menjadi referensi dalam pengembangan permainannya sebagai bek. Salah satu pemain yang menarik perhatiannya adalah bek Timnas Prancis, Jules Kounde.
Arief Catur Pamungkas menilai sang pemain memiliki kualitas yang patut dicontoh, baik dari sisi bertahan maupun saat membantu serangan dan kebetulan ia dan Kounde sama-sama bermain di posisi bek sayap.
Kalau pemain yang saya perhatikan ada Jules Kounde dari Prancis. Saya suka gaya bermainnya,
katanya di laman Persebaya.
Ia juga banyak memperhatikan bagaimana para pemain top dunia menjaga performa dan menunjukkan profesionalisme di level tertinggi.
Baca juga:
Hal yang paling bisa dipelajari dari pemain-pemain top dunia adalah profesionalisme mereka. Mulai dari menjaga kondisi fisik, disiplin dalam berlatih, hingga terus berusaha meningkatkan kemampuan dari waktu ke waktu,
sambungnya.
Catur menjagokan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026. Hanya saja, Die Mannschaft terhenti di babak 32 besar setelah kalah dalam adu penalti dari Paraguay.
Ia mengaku sudah mengikuti Die Mannschaft sejak lama karena menyukai karakter permainan yang mereka tampilkan.
"Sejak dulu saya mendukung Jerman. Saya suka cara bermain mereka yang mengandalkan kerja sama tim dan aliran bola dari kaki ke kaki. Itu yang membuat saya tertarik mengikuti Jerman sampai sekarang," tuturnya.
"Sejak dulu saya mendukung Jerman. Saya suka cara bermain mereka yang mengandalkan kerja sama tim dan aliran bola dari kaki ke kaki. Itu yang membuat saya tertarik mengikuti Jerman sampai sekarang," tuturnya.
Sementara itu, dari banyaknya laga, partai Amerika Serikat vs Turki menjadi salah satu yang paling diingat. Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan Turki 2-3 setelah kedua tim saling berbalas gol sepanjang laga.
"Saya sempat menyaksikan pertandingan Amerika Serikat melawan Turki yang berakhir 2-3. Pertandingannya seru karena kedua tim saling berbalas gol. Momen seperti itu yang membuat Piala Dunia selalu menarik untuk diikuti," jelasnya. (*)