MerahPutih.com - Piala Dunia 2026 tidak akan ditunda menyusul memanasnya konflik Timur Tengah, yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Hal ini setidaknya seperti disampaikan Kepala Operasional (COO) FIFA Heimo Schirgi.
Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 menjadi pertanyaan di tengah situasi geopolitik global yang memanas.
“Pada dasarnya kami menanganinya hari demi hari dan pada waktunya kami akan memiliki resolusi. Dan, Piala Dunia akan tetap berlangsung, bukan? Piala Dunia terlalu besar dan kami berharap semua orang yang sudah lolos kualifikasi dapat berpartisipasi,” kata Schirgi yang dikutip dari AP News.
Ia melanjutkan bahwa penyelenggara terus memantau perkembangan situasi global. Selain itu, bekerja sama dengan mitra federal serta lembaga internasional untuk mengevaluasi kondisi terkini.
Menurutnya, hingga saat ini belum ada alasan kuat yang dapat memicu penundaan turnamen empat tahunan tersebut.
Baca juga:
5 Negara yang Pernah Mundur dari Piala Dunia, Iran Diisukan Absen Tahun ini
Dia juga mengungkapkan bahwa FIFA masih terus menjalin komunikasi dengan Federasi Sepak Bola Iran guna memperoleh informasi terbaru terkait situasi yang berkembang. Namun, ia tidak membeberkan secara rinci hasil pembicaraan.
"Bila saya memiliki bola kristal, saya bisa memberi tahu Anda sekarang apa yang akan terjadi, tetapi jelas situasinya sekarang terus berkembang,” ujar Schirgi.
Dia berharap seluruh negara yang telah memastikan diri lolos ke putaran final, termasuk Iran, dapat berpartisipasi tanpa hambatan.
Piala Dunia bisa menjadi pemersatu di tengah ketegangan.
“Mengingat keadaan dunia terkini, turnamen ini menjadi kesempatan besar untuk menyatukan semua orang,” kata Schirgi.
Piala Dunia 2026 dijadwalkan di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada dan akan berlangsung 11 Juni hingga 19 Juli.
Edisi kali ini menjadi pertama diikuti oleh 48 negara dari enam konfederasi berbeda. (*)