Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

Pesan Shin Tae-yong ke Radovan Pankov yang Cetak Gol Bunuh Diri, Bikin Persija Kalah dari Persebaya

Frengky Aruan - Senin, 27 Juli 2026

MerahPutih.com - Persija Jakarta menelan kekalahan 0-1 dari Persebaya Surabaya di laga perdana Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (26/7) malam. Kekalahan Macan Kemayoran tidak lepas dari gol bunuh diri Radovan Pankov, bek asing anyar skuad Macan Kemayoran.

Gol bermula saat Pankov yang mendapat tekanan dari Alex Martins mengirim umpan balik kepada kiper Aqil Savik. Namun, posisi Aqil yang terlalu maju membuat bola justru meluncur ke gawang sendiri.

Pelatih Persija, Shin Tae-yong, menilai gol bunuh diri akibat miskomunikasi antara Pankov dan Aqil Savik.

"Ke depannya tidak boleh lagi terjadi kesalahan seperti itu," kata Shin Tae-yong.

Baca juga:

Bernardo Tavares Ungkap Kunci Kemenangan Persebaya atas Persija di Piala Presiden, Terkejut Intensitas Laga

Pesan Shin Tae-yong ke Pankov

Shin Tae-yong tetap memberikan dukungan kepada bek asal Serbia tersebut. Ia enggan menyalakan sang pemain, terlebih Pankov tampil solid sepanjang pertandingan bersama Denis Kolinger dan mampu meredam lini serang Persebaya.

Saya sampaikan ke Pankov, dia tidak perlu berkecil hati dan harus tetap semangat. Kita bisa memperbaiki kesalahan ini untuk lebih baik lagi ke depannya,

kata Shin Tae-yong.
Starting XI Persija vs Persebaya. (Media Persija)

Di sisi lain, Persija sebenarnya sempat mencetak gol penyeimbang pada masa injury time melalui sundulan Denis Kolinger setelah menerima umpan Pratama Arhan. Namun, gol tersebut dianulir karena Kolinger dinilai berada dalam posisi offside.

Shin Tae-yong memilih menghormati keputusan wasit dan hakim garis. Meski demikian, ia mengaku akan melihat tayangan ulang pertandingan sebelum memberikan penilaian lebih lanjut.

Baca juga:

Klasemen Grup B Piala Presiden 2026; Port FC Sementara Memimpin, Persebaya di Atas Persija

"Keputusan wasit adalah hal yang harus diterima, karena saya menganggap hakim garis dan wasit utama melihatnya dengan akurat, tetapi setelah kembali ke penginapan, saya rasa saya perlu melihat tayangan ulangnya terlebih dahulu sebelum berbicara lebih lanjut," tutur mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut. (*)

Baca Artikel Asli