MerahPutih.com - Persib Bandung kembali diguncang isu sanksi FIFA terkait kasus lama dengan mantan pelatih Robert Rene Alberts pada 2022.
Namun, manajemen menegaskan tidak akan tinggal diam dan siap menempuh jalur resmi untuk melawan keputusan regulator sepak bola dunia.
Baca juga:
Igor Tolic Beberkan Pentingnya Perekrutan Danijel Loncar oleh Persib Bandung
Kasus Lama, Bukan Masalah Baru
PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) menegaskan sanksi registration ban dari FIFA bukanlah kasus baru, melainkan perkara lama yang terjadi pada 2022.
Yang perlu kami tegaskan adalah, bahwa itu merupakan kasus lama, bukan kejadian baru. Setelah mengetahui keputusan FIFA tersebut, kami langsung melakukan kajian menyeluruh,
Manajemen Persib dalam keterangan resmi, Selasa (11/8).
Persib kini tengah melakukan penelaahan mendalam untuk memahami dasar keputusan, posisi kasus, serta langkah hukum yang dapat ditempuh sesuai mekanisme FIFA.
Kami tentu tidak akan tinggal diam. Setiap keputusan dan kewajiban yang harus kami tindaklanjuti akan menjadi perhatian serius. Kami akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menyelesaikannya,
Manajemen Persib.
Duduk Perkara Sanksi FIFA ke Persib
-
Sanksi FIFA: terkait kasus lama dengan mantan pelatih Robert Rene Alberts (2022).
-
Jenis hukuman: registration ban (larangan registrasi pemain baru).
-
Langkah Perlawanan Persib: kajian hukum, penelaahan menyeluruh, siap melawan melalui mekanisme resmi.
Baca juga:
Bobotoh Diimbau Tetap Tenang
Meski dihantui sanksi, Persib memastikan persiapan menghadapi musim kompetisi 2026/2027 tetap berjalan normal.
Persib juga memastikan seluruh pemain baru sudah diproses untuk kebutuhan registrasi kepada operator kompetisi dan federasi sesuai ketentuan.
“Karena itu, kami meminta Bobotoh untuk tetap tenang. Persiapan tim tetap berjalan,” tambah klub berjulukan Maung Bandung itu.